Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Riset AI Dorong Efisiensi dan Penurunan Emisi Sektor Pertanian Nasional

Bagikan
Riset AI dorong efisiensi dan penurunan emisi sektor pertanian nasional. (Foto : BRIN)
Riset AI dorong efisiensi dan penurunan emisi sektor pertanian nasional. (Foto : BRIN)

Pangannews.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan riset pertanian dan peternakan berkelanjutan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi internasional dengan mitra teknologi dan akademik dari Tiongkok.

Riset tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan efisiensi produksi, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta tuntutan transparansi dan keberlanjutan rantai pasok sektor pertanian dan peternakan.

Selama ini, sektor tersebut menjadi penopang ketahanan pangan nasional, namun di saat yang sama menyumbang tekanan terhadap lingkungan dan sumber daya alam.

Melalui Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PR SIMB), BRIN mendorong pergeseran dari praktik konvensional menuju sistem produksi berbasis data.

Pendekatan seperti precision farming, pemantauan terintegrasi, serta pemanfaatan AI dan Internet of Things (IoT) dinilai krusial untuk meningkatkan akurasi pengambilan keputusan di lapangan.

Dalam kerja sama tersebut, BRIN menggandeng Changzhou WUITU Smart Technology Co. Ltd. Perusahaan ini mengembangkan sistem AI, sensor cerdas, dan closed-loop digital intelligence yang dapat diterapkan pada kegiatan pertanian dan peternakan.

Perwakilan WUITU, Eric Wuitu, memaparkan bagaimana teknologi digital memungkinkan pengelolaan produksi yang lebih presisi dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Kolaborasi juga melibatkan kalangan akademik dari Yangzhou University. Professor Lin Wang menyampaikan peluang riset bersama, mulai dari penelitian kolaboratif dan pertukaran peneliti hingga pengembangan laboratorium bersama serta proyek percontohan di sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan.

Teknologi yang dijajaki mencakup pengendalian mikroklimat, mitigasi heat stress pada ternak, optimasi pakan, identifikasi dan valuasi ternak berbasis data, hingga pengukuran emisi metana melalui sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV).

Integrasi AI, IoT, edge computing, dan large language model (LLM) dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus menekan emisi.

Kepala PR SIMB BRIN Nugroho Adi Sasongko mengatakan, kolaborasi internasional ini menjadi bagian dari strategi BRIN dalam mempercepat transformasi sistem produksi pertanian dan peternakan nasional.

“Peralihan ke sistem yang efisien dan rendah karbon harus didukung riset yang aplikatif. Karena itu, kolaborasi global menjadi penting agar teknologi yang dikembangkan bisa diterapkan di lapangan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BRIN.

Ke depan, BRIN menargetkan pengembangan model referensi, proyek percontohan, serta rekomendasi kebijakan berbasis sains. Hasil riset diharapkan tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat dihilirkan dan dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat daya saing pertanian dan peternakan nasional.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal