Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pemerintah Siapkan Tambahan Rp4 Triliun untuk Riset Pangan dan Energi

Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (Foto : BRIN)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (Foto : BRIN)

Pangannews.id - Pemerintah menyiapkan peningkatan signifikan anggaran riset nasional untuk menopang agenda besar swasembada pangan, ketahanan energi, dan penguatan industri strategis.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan, pemerintah berencana menaikkan anggaran riset sekitar 50 persen dari alokasi saat ini yang berada di kisaran Rp8 triliun atau sekitar 0,3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan rencana tersebut, tambahan dana penelitian diperkirakan mencapai Rp4 triliun.

“Kenaikan ini diharapkan memperkuat dukungan terhadap program strategis nasional, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja,” ujar Arif, Kamis (15/1/2026).

Menurut Arif, fokus utama riset nasional tetap diarahkan pada sektor pangan. Meski swasembada beras telah tercapai dan jagung menyusul, pemerintah menilai komoditas lain masih membutuhkan perhatian serius, seperti bawang putih, kedelai, serta produk protein hewani, termasuk susu dan daging sapi.

Selain pangan, riset di bidang ketahanan dan transisi energi juga masuk prioritas. Pemerintah mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil, seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Penguatan industri strategis turut menjadi sasaran penggunaan dana riset. Arif menekankan pentingnya menopang industri padat karya seperti tekstil, sepatu, dan elektronik, serta industri berteknologi tinggi seperti semikonduktor, agar daya saing nasional tetap terjaga.

“Industri-industri itu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga harus diselamatkan dan diperkuat agar Indonesia memiliki daya saing,” katanya.

Di sektor teknologi maju, BRIN juga menyiapkan penguatan riset dirgantara, termasuk percepatan pengembangan pesawat N219 hasil kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia, serta pengembangan pesawat amfibi untuk memperkuat konektivitas antarpulau.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal