Pangannews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram kini berada di bawah pengawasan ketat. Setiap dapur MBG yang terbukti melanggar standar operasional berpotensi dihentikan operasionalnya setelah adanya laporan masyarakat.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram, Hermawan Riadi, mengatakan laporan publik akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut.
Saat ini, jumlah dapur MBG di Kota Mataram tercatat sebanyak 49 unit dan akan bertambah tiga dapur dalam waktu dekat. Namun angka tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 75 dapur.
“Setiap laporan akan diverifikasi di lapangan oleh tim Tata Kelola Wilayah Sekitar (Tawas). Jika ditemukan pelanggaran SOP, bisa dikeluarkan surat pemberhentian operasional dengan jangka waktu yang tidak ditentukan,” kata Hermawan.
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, SPPG membuka layanan pengaduan publik bertajuk Sahabat Sagi yang dapat diakses secara daring melalui hotline 127. Layanan bebas pulsa tersebut merupakan saluran resmi Badan Gizi Nasional (BGN) dan beroperasi selama 24 jam.
Melalui kanal itu, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan MBG, mulai dari dugaan keracunan makanan, kualitas dan variasi menu, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan.
“Layanan ini terbuka untuk siswa, orang tua, pihak sekolah, maupun masyarakat umum. Setiap laporan akan direspons cepat agar bisa segera dilakukan perbaikan,” ujar Hermawan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan efektivitas program MBG, sekaligus memastikan pemenuhan gizi anak berjalan sesuai tujuan serta mendukung upaya pencegahan stunting.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.