Pangannews.id - Ratusan siswa SMK Negeri 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dipulangkan lebih awal pada Selasa (20/1/2026), setelah mengalami gangguan kesehatan massal berupa diare.
Berdasarkan pendataan sementara pihak sekolah, sedikitnya 123 siswa dilaporkan mengalami gejala diare dengan keluhan serupa. Tidak hanya siswa, sekitar 80 persen tenaga pendidik di sekolah tersebut juga mengaku merasakan gangguan kesehatan yang sama.
Wakil Kepala SMKN 3 Boyolangu Bidang Kesiswaan, Yuga Hermawan, mengatakan keluhan mulai terdeteksi sejak pagi hari ketika sejumlah siswa terlambat masuk kelas dan terpaksa mendatangi ruang kesiswaan maupun Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
“Awalnya ada beberapa siswa yang terlambat masuk kelas dan mengeluhkan diare. Mereka harus antre di toilet, lalu ada yang meminta obat ke UKS,” ujar Yuga.
Dari keterangan siswa dan guru, gangguan kesehatan itu diduga berkaitan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dan dikonsumsi di sekolah pada Senin pagi. Gejala diare, kata Yuga, mulai dirasakan sekitar 12 jam setelah makanan dikonsumsi.
“Menu MBG dimakan sekitar pukul 08.00 WIB. Keluhan mulai muncul sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara guru yang makan siang baru merasakan gejala pada dini hari,” katanya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mutiara Rawa Selatan Moyoketen selaku penyedia MBG. Sebagai langkah antisipasi, seluruh menu MBG yang telah didistribusikan pada hari itu ditarik.
Sekolah juga memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal agar mereka yang sakit dapat segera memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan dan berkoordinasi dengan wali murid, termasuk kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan,” kata Yuga.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.