Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

700 Liter Sopi Ilegal Disita Polisi di Pelabuhan Ambon

Bagikan
Polda Maluku amankan 700 liter minuman keras sopi, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. (Foto : ANTARA)
Polda Maluku amankan 700 liter minuman keras sopi, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. (Foto : ANTARA)

Pangannews.id - Kepolisian Daerah Maluku menggagalkan upaya peredaran minuman keras ilegal jenis sopi dalam razia di Pelabuhan Slamet Riyadi, Kota Ambon, Jumat malam (30/1/2026). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sekitar 700 liter sopi yang dibawa menggunakan kapal cepat.

Razia dilakukan oleh tim Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Salawaku 2026 bersama personel pengamanan pelabuhan. Pemeriksaan menyasar barang bawaan penumpang kapal KM Cantik Lestari 77B yang baru sandar di pelabuhan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengatakan ratusan liter minuman keras tradisional itu ditemukan dalam sejumlah jerigen yang diselipkan di antara barang penumpang. Untuk menghindari pemeriksaan, pelaku mengemas sopi dalam berbagai bentuk kemasan.

“Barang bukti dikemas dalam kardus, karung, hingga tas ransel agar tidak mudah terdeteksi petugas,” ujar Rositah, Sabtu.

Menurut dia, saat pemeriksaan berlangsung, petugas tidak menemukan pemilik langsung dari barang tersebut. Seluruh sopi ilegal itu kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah penyitaan, barang bukti dibawa ke Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku. Polisi masih mendalami jalur distribusi serta pihak yang bertanggung jawab atas pengiriman minuman keras tersebut.

Rositah menambahkan, Operasi Pekat Salawaku digelar untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan. Selain peredaran minuman keras ilegal, operasi ini juga menyasar narkoba, prostitusi, premanisme, serta tindak kriminal jalanan lainnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal