Pangannews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor kuliner sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata daerah. Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan asosiasi jasaboga untuk menghimpun para pelaku usaha makanan dan minuman.
Kepala Dinas Pariwisata Riau, Tekad Perbatas, mengatakan keberadaan organisasi profesi di bidang kuliner akan memudahkan koordinasi, promosi, serta peningkatan kualitas usaha. Menurutnya, selama ini potensi kuliner lokal belum dikelola secara maksimal karena masih berjalan sendiri-sendiri.
“Kami sangat mendukung terbentuknya asosiasi jasaboga. Ini penting untuk memperkuat ekonomi kreatif di Riau,” kata Tekad, dilansir dari laman resmi Media Center Riau.
Ia menilai, makanan tradisional Riau memiliki karakter rasa dan nilai budaya yang kuat. Kekhasan tersebut dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Tekad menyebut, jika pelaku usaha tergabung dalam satu wadah, promosi kuliner dapat dilakukan secara lebih terencana. Pemerintah daerah pun lebih mudah menjalin kerja sama dalam berbagai kegiatan pariwisata.
“Kalau sudah terorganisasi, tentu promosi bisa lebih terarah dan dampaknya lebih besar,” ujarnya.
Menurut dia, tren pariwisata saat ini menunjukkan meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman kuliner khas. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Riau untuk memperluas pasar wisata.
Selain penguatan kelembagaan, Dinas Pariwisata juga mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi utama. Platform daring dinilai mampu memperkenalkan kuliner lokal secara cepat dan luas.
“Media sosial sekarang sangat efektif untuk promosi. Kami terus mendukung pelaku usaha memanfaatkannya,” kata Tekad.
Ia menambahkan, sektor kuliner telah masuk dalam daftar 17 subsektor ekonomi kreatif nasional. Hal ini, menurutnya, memperkuat posisi kuliner sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan daerah.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.