Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Warga Keluhkan Serbuan Lalat, Pemkab Donggala Tegur Peternak Ayam Petelur

Bagikan
Peternak ayam petelur di Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah melakukan penyemprotan rutin di areal kandang, Senin (9/2/2026). (Foto : ANTARA/HO-Pemkab Donggala)
Peternak ayam petelur di Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah melakukan penyemprotan rutin di areal kandang, Senin (9/2/2026). (Foto : ANTARA/HO-Pemkab Donggala)

Pangannews.id - Keluhan warga terkait banyaknya lalat di kawasan permukiman mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, mengambil langkah tegas terhadap sejumlah peternakan ayam petelur. Pemda meminta para pelaku usaha lebih serius menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan, aduan warga di Kelurahan Maleni menjadi perhatian utama pemerintah. Menurutnya, aktivitas peternakan tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

“Peternak harus menjalin komunikasi yang baik dengan dinas terkait dan warga sekitar. Jangan sampai usaha berjalan, tapi lingkungan terganggu,” ujar Vera.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah daerah telah memerintahkan dinas teknis untuk turun langsung ke lapangan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah penyemprotan untuk menekan populasi lalat di sekitar kandang.

“Saya sudah minta dinas melakukan tindakan, termasuk penyemprotan anti lalat di lokasi peternakan,” katanya.

Hasil pemantauan Dinas Pertanian dan Peternakan Donggala menunjukkan, sumber utama penyebaran lalat berasal dari aktivitas peternakan ayam petelur Farm Mallomo77. Temuan ini menjadi dasar pemberian teguran kepada pengelola usaha.

Vera menegaskan, pemerintah daerah telah meminta pihak peternakan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Jika imbauan dan peringatan tidak diindahkan, Pemkab tidak segan mengambil langkah penutupan.

“Kalau masih diabaikan, kami akan hentikan operasionalnya,” tegasnya.

Selain penindakan, pemerintah juga mendorong terbangunnya kerja sama antara peternak dan warga. Menurut Vera, komunikasi yang baik dapat mencegah konflik sosial dan menjaga keberlangsungan usaha.

Ia menambahkan, peternak perlu lebih rutin melakukan perawatan kandang, termasuk membersihkan sisa pakan, memperbaiki saluran air minum yang rusak, serta menjaga kondisi lantai kandang tetap kering.

“Penggunaan insektisida juga harus dirotasi supaya tidak menimbulkan resistensi,” ujarnya.

Pemkab Donggala berharap upaya tersebut dapat menekan dampak lingkungan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat. Pemerintah menegaskan, aktivitas ekonomi warga tetap didukung, selama dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan.

“Usaha boleh berjalan, tapi tanggung jawab terhadap lingkungan juga harus dijaga. Dengan begitu, semua pihak bisa merasakan manfaatnya,” kata Vera.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal