Pangannews.id - Ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 1.852 kontainer udang tercatat berhasil dikirim ke Negeri Paman Sam setelah mengantongi sertifikat bebas Cesium 137 (Cs-137) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Data tersebut dihimpun sejak akhir Oktober 2025 hingga awal Februari 2026. Ribuan kontainer itu kini tersebar di berbagai pelabuhan utama di Amerika Serikat, mulai dari Los Angeles, Houston, hingga New York dan Miami.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, mengatakan seluruh produk yang dikirim telah melewati proses pengujian ketat. Setiap kontainer wajib menjalani pemindaian dan uji laboratorium sebelum memperoleh Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (SMKHP).
Sertifikat tersebut menjadi salah satu dokumen utama yang dipersyaratkan oleh otoritas kepabeanan Amerika Serikat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (US FDA) sebelum produk perikanan masuk ke pasar mereka.
“Dari total pengiriman, sebanyak 1.027 kontainer sudah tiba dan siap dipasarkan, sementara 825 kontainer lainnya masih dalam perjalanan,” ujar Ishartini.
Secara keseluruhan, volume ekspor udang tersebut mencapai hampir 156 ribu ton dengan nilai ekonomi yang diperkirakan menembus Rp5,3 triliun. Produk itu berasal dari unit pengolahan ikan (UPI) yang beroperasi di wilayah Jawa dan Lampung.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP dalam menjaga konsistensi sistem sertifikasi keamanan pangan. Menurutnya, penerapan standar mutu yang kuat menjadi kunci untuk memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia di pasar internasional.
Melalui pengawasan berlapis dan sistem sertifikasi yang terintegrasi, KKP menargetkan komoditas unggulan seperti udang terus mampu mempertahankan kepercayaan pasar global, khususnya Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspor utama.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.