Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung, Jawa Timur, menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar.
Insiden tersebut terjadi di SD Negeri 3 Bungur, dengan total 24 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, mengatakan pihaknya telah mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan setempat. Hasil uji tersebut masih ditunggu guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
“Kami belum bisa memastikan sumbernya sebelum hasil pemeriksaan keluar,” kata Sebrina, Kamis (12/2/2026).
Saat kejadian, menu yang disajikan kepada siswa terdiri atas nasi putih, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, lauk ayam suwir diduga menjadi pemicu karena ditemukan dalam kondisi berbau dan berlendir. Meski demikian, BGN menegaskan dugaan tersebut masih bersifat sementara.
Sebrina menjelaskan, sebelumnya BGN telah mengeluarkan daftar menu yang tidak direkomendasikan dalam program MBG. Menu-menu tersebut dinilai mudah mengalami penurunan kualitas setelah dimasak, sehingga berpotensi menimbulkan masalah keamanan pangan.
Beberapa menu yang masuk daftar atensi antara lain nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, soto, mi bihun, capcay, sayur taoge, serta ayam suwir.
Selain di SD Negeri 3 Bungur, dugaan keracunan juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Tulungagung, yakni SMK Negeri 3 Boyolangu, SMK Sore Tulungagung, SMK Negeri 2 Boyolangu, serta MAN 2 Tulungagung.
Menindaklanjuti rangkaian kasus tersebut, BGN menghentikan sementara operasional empat dapur SPPG. Penghentian dilakukan untuk keperluan pemantauan, evaluasi, serta perbaikan sistem pengolahan makanan.
Empat dapur tersebut juga diketahui belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). BGN meminta pengelola segera memenuhi standar keamanan pangan sebelum kembali beroperasi.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.