4 jam yang lalu
PanganNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Asik Penyuluh dan Petani (Ngobras) Edisi Khusus dengan tema “Bimbingan Teknis Literasi Brigade Pangan terkait Kelembagaan dan Operasional”, Selasa (05/05/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh penyuluh pendamping dan pengurus Brigade Pangan (BP) di 18 Provinsi pada Lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa “Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan.”
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi pertanian modern.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa tujuan Brigade Pangan antara lain meningkatkan produksi pangan dengan menerapkan teknologi pertanian yang tepat guna dan berkelanjutan.
"Brigade Pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan usaha tani", ucapnya.
Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro menekankan bahwa penyuluh memiliki peran kunci dalam memastikan seluruh proses usaha tani berjalan optimal, mulai dari budidaya hingga pascapanen, termasuk menjaga kualitas hasil agar sesuai standar yang ditetapkan.
Eko menambahkan bahwa penguatan peran penyuluh menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi Brigade Pangan di lapangan.
Menurut narasumber Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara (BBPKH), Inneke Kusumawaty menjelaskan mengenai konsep, tujuan, serta operasional Brigade Pangan. Dijelaskan bahwa Brigade Pangan merupakan kelembagaan ekonomi petani yang dirancang untuk mengelola usaha tani secara terstruktur, modern, dan berorientasi bisnis.
“Brigade Pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan sebagai kelembagaan ekonomi yang mampu mengelola usaha tani secara efisien dan berkelanjutan,” jelas Inneke.
Inneke menambahkan jika pemerintah telah memberikan dukungan berupa sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan) yang lengkap sebagai bentuk investasi jangka panjang.
"Bantuan alsintan ini harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak boleh dibiarkan mangkrak, karena berperan penting dalam percepatan olah tanah, tanam, hingga panen selain juga pentingnya pengelolaan alsintan secara kelembagaan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani", ujarnya.
Dalam implementasinya, Brigade Pangan dikembangkan pada wilayah CSR dan Oplah yang memiliki berbagai tantangan, seperti kondisi lahan baru, ketersediaan air, serta kesiapan sumber daya manusia. Namun demikian, peluang pengembangan usaha sangat terbuka luas, tidak hanya pada kegiatan budidaya, tetapi juga pada sektor agribisnis lainnya seperti jasa alsintan, penangkaran benih, hingga pengolahan hasil pertanian.
Terakhir, penguatan kelembagaan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Mulai dari struktur organisasi, pembagian tugas, hingga pencatatan administrasi yang tertib. Dengan kelembagaan yang kuat, Brigade Pangan diharapkan mampu berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan. (*/Adv)
Selasa, 05 Mei 2026 10:03 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 09:22 WIB
Minggu, 03 Mei 2026 20:56 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 20:52 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...