Peremajaan Lahan Tebu di Magetan Diharapkan Tekan Ketergantungan Impor Gula

Pers Pangannews

12 jam yang lalu

news
Ilustrasi - lahan tebu. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, mempercepat program peremajaan tanaman tebu melalui metode bongkar ratoon guna mendukung target swasembada gula nasional.

Tahun ini, Magetan menargetkan pengembangan dan peremajaan lahan tebu seluas 1.500 hektare. Hingga kini, realisasi program telah mencapai sekitar 1.000 hektare.

Program tersebut ditandai dengan tanam perdana tebu bongkar ratoon di Desa Kledokan, Kecamatan Bendo, Sabtu. Kegiatan itu terhubung secara hibrida dengan pusat acara di Kabupaten Kediri yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Bupati Magetan, Nanik Endang, mengatakan program bongkar ratoon menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk mengurangi ketergantungan impor gula.

“Hari ini kita tanam perdana bongkar ratoon, khususnya yang ada di Kabupaten Magetan. Dari target 1.500 hektare tahun ini, terwujud 1.000 hektare. Mudah-mudahan tahun depan bisa memenuhi target tersebut,” kata Nanik.

Bongkar ratoon dilakukan dengan mengganti tanaman tebu lama yang produktivitasnya mulai menurun dengan bibit baru yang lebih unggul. Pemkab Magetan juga mulai mengenalkan varietas Panjalu yang dinilai tahan kekeringan, memiliki sedikit bulu, menghasilkan banyak anakan, dan produktivitas lebih tinggi.

Menurut Nanik, inovasi budidaya diperlukan agar hasil panen tebu petani meningkat meski menghadapi tantangan cuaca dan perubahan kondisi lahan.

Pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan akan terus mendampingi petani dalam proses budidaya dan pengelolaan lahan agar target produksi dapat tercapai.

Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara, Aris Toharisman, mengatakan Magetan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penopang produksi gula nasional.

Selain memiliki sekitar 6.200 hektare lahan tebu, daerah itu juga ditopang keberadaan sejumlah pabrik gula milik BUMN maupun swasta yang membutuhkan pasokan bahan baku secara berkelanjutan.

“Kabupaten Magetan sangat potensial untuk pengembangan karena di sini ada beberapa pabrik gula, baik SGN, RNI, dan swasta yang semuanya perlu didukung bahan baku untuk peningkatan produksi gula secara nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Jawa Timur tahun ini mendapatkan program bongkar ratoon tebu seluas 56 ribu hektare dari pemerintah pusat. Dari jumlah tersebut, Magetan mendapat alokasi sekitar 1.000 hektare.

Melalui peremajaan tanaman dan pengelolaan lahan yang lebih optimal, pemerintah berharap produktivitas tebu petani meningkat sehingga target swasembada gula nasional dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...