Keteladanan itu Sederhana

Pers Pangannews

9 jam yang lalu

news
Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana.

Pangannews.id - Mengenal dekat sosoknya belum terlalu lama, tapi dari beberapa kali interaksi dan kegiatan bersama, sudah membuat kaget dan sedikit tidak percaya.

Pertama kali pernah datang ke lokasi calon SPPG yang dibawah naungan kami, tanpa memberitahu, dan sempat saya tidak percaya satpam yang memberi tahu, saya pikir ini Pak Satpam pasti salah, bahkan kenal juga mungkin tidak, pasti salah orang.

Tapi ternyata betul, beliau yang datang. Beliau juga awalnya tidak tahu itu bangunan miliknya siapa. Tapi disinilah titik awal kedekatan dalam hal komunikasi dan sharing untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) lebih baik kedepannya.

Beliau pun memberikan kepercayaan untuk membuat SPPG khusus Posyandu, yang menurut beliau pertama di Indonesia bahkan internasional. 

Sejak itu banyak tamu dan kolega yang dikirim beliau untuk berdiskusi untuk pengembangan SPPG. Dimana beliau sangat concern, agar salah satu tujuan program ini untuk mencegah dan menurunkan angka stunting tercapai

Kunjungan berikutnya beliau, bikin saya lebih kaget dan bengong, beliau datang dengan kendaraan operasional sederhana (menurut saya untuk ukuran pejabat), dan menyetir sendiri. Lalu beliau berseloroh, ya emang salah nyetir sendiri?

Tetapi ingin sedikit menulis tentang kesederhanaan dan kebaikan beliau, dibalik berbagai berita yang ada, memunculkan kekhawatiran, mungkin orang akan berpikir saya keliru, cari muka atau mungkin mengada-ada dan berlebihan.

Sampai tiba beberapa hari lalu, di bandara dibuat lebih kaget lagi, dengan pakaian ihrom lengkap berada di lautan jemaah haji reguler, tanpa pendampingan dan fasilitas yang berbeda dengan jemaah lain.

Saya pun langsung menegur, dan mengucap syukur, beliau berangkat haji. Karena sebenarnya beberapa bulan sebelumnya saya sudah tahu beliau ada di list keberangkatan haji reguler, dan sempat konfirmasi juga apakah beliau akan berangkat. Tentu saja beliau pun belum bisa memastikan, karena sebagai pejabat negara akan sangat tergantung dengan kondisi yang ada.

Jadi saat kami sudah berada di bandara, dengan tujuan yang sama, dibalik kekagetan tentu rasa syukur, beliau diberi nikmat bisa berangkat. Luar biasanya beliau benar-benar ingin menikmati perjalanan yang sudah ditunggunya selama 12 tahun, dengan situasi dan kondisi sama dengan haji reguler lainnya. Tentu ini menjadi teladan yang tidak biasa, yang semoga menjadi catatan kebaikan untuk beliau.

Pada dasarnya setiap kita punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Punya peran baik masing-masing, dan juga tidak akan luput dari khilaf. Setiap kebaikan harus diapresiasi dan menjadi semangat untuk dicontoh. Apalagi jika dilakukan public figure, karena dampaknya akan lebih besar.

Masih sedikit gak yakin beliau akan tetap bersama. Tetapi saat dinihari sampai di Mekkah, saya masih melihat beliau turun dari bus yang sama dengan bus jemaah umum lainnya, masha Alloh, semoga beliau dalam penjagaan-Nya. Beliau senantiasa dalam lindungan-Nya, menjadi pemimpin yang amanah dan membawa BGN semakin lebih baik dan menebar lebih banyak kebermanfaatan.

Beliau adalah Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana.

Mekkah, 7 Dzulhijjah 1447 H
Rinrin Jamrianti


Kolom Komentar

You must login to comment...