12 jam yang lalu
Pangannews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter pengebom air (water bombing) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
Helikopter tersebut pada Senin (8/6/2026) melakukan dua kali penerbangan pemadaman, yakni pada sesi pagi hingga siang dan dilanjutkan siang hingga sore hari. Operasi udara ini dilakukan untuk mempercepat penanganan titik-titik api yang sulit dijangkau petugas di darat.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal, mengatakan pengerahan helikopter merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah untuk menekan laju kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Hari ini helikopter melakukan dua tahap pengeboman air dari udara," kata Teuku Ronal, Senin.
Data BPBD Aceh Barat mencatat kebakaran tersebar di Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo dengan total luas lahan terbakar hampir 30 hektare.
Kecamatan Bubon menjadi wilayah terdampak paling luas, yakni di Desa Berawang seluas 15 hektare dan Kuta Padang Layung sekitar 10 hektare. Sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, kebakaran terjadi di Desa Lapang seluas satu hektare dan Seuneubok seluas 0,5 hektare.
Kebakaran juga melanda Desa Gunung Pulo di Kecamatan Arongan Lambalek seluas satu hektare serta Desa Ujong Tanoh Darat di Kecamatan Meureubo seluas 1,6 hektare.
Menurut Teuku Ronal, helikopter water bombing telah mulai beroperasi di Aceh Barat sejak Minggu (7/6/2026). Pemadaman dari udara dinilai penting karena sejumlah titik api berada di area yang sulit diakses kendaraan dan petugas pemadam.
Selain menjatuhkan air langsung ke pusat kebakaran, operasi tersebut bertujuan menurunkan suhu di area terbakar, mencegah api meluas, serta membantu tim darat mendekati lokasi kebakaran dengan lebih aman.
BNPB juga masih menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di wilayah terdampak sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla.
"Kombinasi penanganan darat dan udara sejauh ini telah berhasil mengendalikan sekitar 70 persen kebakaran," ujar Teuku Ronal.
Meski kondisi mulai terkendali, BPBD Aceh Barat meminta masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas.
Editor : Adi Permana
13 jam yang lalu
13 jam yang lalu
Minggu, 07 Juni 2026 14:11 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...