Minggu, 19 Juli 2026 19:36 WIB
Pangannews.id - Siapa sangka ikan zebra (zebrafish) yang selama ini dikenal sebagai ikan hias ternyata menjadi salah satu "asisten" penting para ilmuwan dalam mengungkap berbagai penyakit pada manusia.
Berkat kemiripan genetiknya dengan manusia, ikan berukuran kecil ini kini banyak dimanfaatkan dalam penelitian biomedis, mulai dari tuberkulosis hingga kanker.
Hal itu disampaikan Guru Besar Universitas Leiden, Belanda, Prof. Herman Spaink, saat menjadi pembicara dalam workshop Fish Disease Models and Bioinformatics di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), seperti dikutip dari laman UGM.
"Ikan ini digunakan sebagai hewan model untuk mempelajari penyakit, khususnya tuberkulosis dan kanker, serta konsep konversi dosis obat dari zebrafish ke manusia sebagai salah satu pendekatan dalam penelitian translasional," ujar Spaink.
Menurutnya, penggunaan zebrafish dalam penelitian terus berkembang karena mampu memberikan gambaran mengenai proses penyakit yang sulit diamati secara langsung pada manusia. Karena itu, kemampuan analisis bioinformatika menjadi bagian penting untuk mengolah data hasil penelitian menggunakan hewan model tersebut.
Dalam paparannya, Spaink juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi live imaging yang memungkinkan peneliti mengamati perkembangan penyakit secara langsung dan real time.
Teknologi tersebut dipadukan dengan studi mengenai peran Toll-like Receptor 2 (TLR2), salah satu komponen sistem kekebalan tubuh yang berperan dalam melawan infeksi.
Menurut dia, pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi para peneliti untuk memahami mekanisme penyakit sekaligus mempercepat pengembangan terapi baru.
Sementara itu, dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Luthfi Nurhidayat, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan integrasi antara penelitian eksperimental dan analisis komputasi yang kini menjadi bagian penting dalam riset biologi modern.
Peserta tidak hanya mempelajari pemanfaatan zebrafish sebagai hewan model, tetapi juga dibekali keterampilan menganalisis data menggunakan perangkat bioinformatika.
Dalam sesi praktik, peserta melakukan analisis data transkriptomik menggunakan perangkat lunak RStudio. Mereka mempelajari tahapan analisis data RNA sequencing (RNA-seq), mulai dari pengolahan data, identifikasi ekspresi gen yang berubah, hingga menafsirkan hasil penelitian.
Luthfi menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Biologi UGM memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang ilmu hayati sekaligus memperluas kolaborasi riset dengan perguruan tinggi internasional.
Ia berharap pelatihan itu dapat melahirkan lebih banyak penelitian kolaboratif yang berkontribusi pada pengembangan ilmu biomedis, penyakit infeksi, dan bioinformatika.
Editor : Adi Permana
Jumat, 17 Juli 2026 11:26 WIB
Kamis, 16 Juli 2026 13:14 WIB
Kamis, 09 Juli 2026 13:02 WIB
Selasa, 30 Juni 2026 09:20 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...