12 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah Aceh mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir dan longsor. Hingga kini, puluhan ribu hektare sawah dan perkebunan masih membutuhkan penanganan agar kembali produktif dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu agenda yang dibahas Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Aceh meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat rehabilitasi lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
"Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi," kata Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan pendataan Pemerintah Aceh, bencana hidrometeorologi telah berdampak pada sekitar 57.485 hektare lahan sawah. Dari jumlah tersebut, proses optimalisasi lahan baru mencapai 40.852 hektare.
Sementara itu, sektor perkebunan juga mengalami kerusakan cukup luas. Sekitar 50.438 hektare lahan perkebunan terdampak, sedangkan rehabilitasi yang telah berjalan baru mencakup 10.418 hektare.
Menurut Mualem, pemulihan lahan menjadi langkah penting agar petani dapat kembali berproduksi dan menggerakkan perekonomian daerah. Ia juga meminta perhatian khusus terhadap perkebunan kopi Gayo yang rusak akibat longsor dan erosi di kawasan dataran tinggi Aceh.
"Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahan pertaniannya kembali, sehingga mereka bisa mengembangkan pertumbuhan perekonomiannya," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan di seluruh kabupaten dan kota di Aceh untuk mengoptimalkan berbagai bantuan dari Kementerian Pertanian agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah pusat akan terus mendampingi proses rehabilitasi sektor pertanian di Aceh.
Dukungan yang disiapkan meliputi program cetak sawah kembali, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, hingga penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih padi gratis.
Selain tanaman pangan, pemerintah juga akan memprioritaskan pemulihan perkebunan kopi Gayo yang menjadi salah satu komoditas unggulan Aceh.
Rehabilitasi akan dilakukan melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis bagi petani untuk mengembalikan produktivitas kebun yang rusak.
Amran juga memastikan tim teknis Kementerian Pertanian akan terus berada di lapangan untuk mengawal proses rehabilitasi. Menurutnya, pemantauan dilakukan secara bertahap agar setiap tahapan pemulihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
"Bantuan rehabilitasi akan terus kami kawal, mulai dari pemulihan sawah, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, hingga dukungan untuk kebun kopi yang terdampak bencana," kata Amran.
Editor : Adi Permana
Selasa, 04 Agustus 2026 10:59 WIB
Jumat, 31 Juli 2026 20:02 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...