Menko Pangan: Koperasi Desa hingga Kawasan Nelayan Terbuka untuk Investasi Swasta

Pers Pangannews

12 jam yang lalu

news
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto : Kemenko Pangan)

Pangannews.id - Pemerintah membuka peluang investasi yang lebih luas bagi kalangan dunia usaha untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP), hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), ditawarkan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Makassar, Selasa (4/8/2026).

Menurut Zulhas, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting agar berbagai program strategis pemerintah tidak hanya berhenti sebagai kebijakan, tetapi mampu menciptakan investasi baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah sektor pangan.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir," kata Zulhas dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Salah satu program yang ditawarkan adalah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah menilai koperasi tersebut dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang menghubungkan petani, nelayan, pelaku usaha, dan pasar.

Saat ini lebih dari 30 ribu koperasi telah terbentuk di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP rampung pada Agustus 2026, sebelum mulai beroperasi pada September mendatang untuk mendukung distribusi pangan, menyerap hasil pertanian dan perikanan, serta menyalurkan berbagai program pemerintah.

"KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas," ujar Zulhas.

Selain sektor pertanian, pemerintah juga membuka peluang investasi di bidang kelautan melalui pembangunan Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi.

Program ini dirancang untuk memperkuat rantai usaha perikanan dari proses penangkapan hingga pemasaran hasil laut.

Menurut Zulhas, investor dapat berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage), sistem logistik, industri pengolahan hasil laut, hingga jaringan pemasaran agar nilai jual produk perikanan meningkat dan pendapatan nelayan lebih baik.

Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP hingga 2026. Sebanyak 65 kawasan tahap pertama telah selesai dibangun pada April lalu di sejumlah wilayah pesisir.

Peluang investasi juga dibuka di sektor energi melalui percepatan pembangunan 33 fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan pasokan energi alternatif.

Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut mampu mengurangi timbulan sampah hingga 33 ribu ton per hari pada 2029.

Zulhas berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat agar program-program strategis tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

"Pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha semakin kuat, sehingga program strategis nasional tidak hanya berjalan sebagai kebijakan, tetapi menjadi peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penggerak ekonomi nasional," kata Zulhas.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...