7 jam yang lalu
Pangannews.id - Perum Bulog memastikan stok beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman setelah wilayah tersebut terdampak gempa. Kondisi itu memungkinkan penyaluran bantuan pangan tetap berjalan tanpa kendala dari sisi ketersediaan beras.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan persediaan beras di gudang tidak mengalami kerusakan. Menurut dia, kondisi gudang tetap kering dan tidak mengalami persoalan seperti banjir maupun kebocoran.
“Beras aman, enggak masalah. Kalau di sana kan aman, kering tidak ada hujan,” kata Rizal, dikutip dari Antara.
Meski sejumlah gudang terdampak gempa, kerusakan yang terjadi tergolong ringan hingga sedang. Sekitar 12 gudang mengalami kerusakan pada bagian dinding seng, pintu, hingga sebagian struktur bangunan penyimpanan.
Bulog segera mengirim tim untuk memeriksa kondisi seluruh bangunan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menentukan gudang yang membutuhkan perbaikan sebelum kembali digunakan secara penuh, sekaligus mengantisipasi risiko jika terjadi gempa susulan.
Rizal juga memastikan seluruh pegawai Bulog di wilayah terdampak dalam kondisi selamat. Dengan kondisi tersebut, penanganan logistik dan pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.
Dari sisi persediaan, stok beras Bulog di NTT saat ini berada di kisaran 35 ribu hingga 37 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai masih mampu menopang kebutuhan penanganan darurat.
Namun, jika kebutuhan meningkat, Bulog telah menyiapkan tambahan pasokan dari wilayah terdekat. Pasokan dapat didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Untuk mempercepat distribusi, Bulog juga menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di bandara dan pelabuhan. Dengan cara ini, bantuan dapat segera diberangkatkan ketika kebutuhan mendesak muncul.
Cadangan yang ditempatkan di simpul transportasi tersebut membuat pengiriman tidak harus menunggu proses pengambilan dari gudang terlebih dahulu. Pola ini merupakan bagian dari penyesuaian Bulog berdasarkan pengalaman menangani bencana sebelumnya di Pulau Sumatera.
Selain jalur darat, Bulog menyiapkan koordinasi dengan instansi terkait untuk menggunakan jalur udara dan laut apabila akses menuju wilayah terdampak mengalami gangguan.
Editor : Adi Permana
Selasa, 18 Agustus 2026 19:42 WIB
Selasa, 18 Agustus 2026 10:17 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 12:07 WIB
Senin, 17 Agustus 2026 10:11 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...