Dugaan Pengeboman Ikan di Spermonde, KKP Sita Kapal dan Kompresor

Pers Pangannews

Senin, 31 Agustus 2026 13:01 WIB

news
Tim PSDKP mengamankan KM Nurmaulina yang membawa sekitar 20 kilogram ikan hasil penangkapan menggunakan bahan peledak di perairan Kepulauan Spermonde. (Foto : dok. KKP)

Pangannews.id - Aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak terdeteksi di Perairan Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Tim Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kemudian mengamankan satu kapal bersama lima awaknya.

Penangkapan dilakukan setelah tim mendeteksi suara ledakan di kawasan tersebut pada Kamis (27/8/2026), pekan lalu, sekitar pukul 09.00 WITA. Petugas yang bergerak ke lokasi menemukan KM Nurmaulina membawa sekitar 20 kilogram ikan yang diduga ditangkap menggunakan bahan peledak.

Selain ikan, petugas turut mengamankan satu unit kompresor dan lima orang awak kapal. Kapal beserta seluruh barang dan awak kemudian dibawa ke Satwas SDKP Makassar untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan terkait penanganan perkara.

Direktur Jenderal PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono, mengatakan praktik penangkapan ikan dengan bom dapat dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal yang bergerak secara cepat dan terorganisir.

“Satu kelompok bertugas melemparkan bahan peledak dan segera menjauh dari lokasi setelah ledakan terjadi. Sementara kelompok lainnya bertugas mengumpulkan ikan di permukaan maupun dengan penyelaman,” kata Pung.

Menurut dia, penggunaan bahan peledak bukan hanya melanggar ketentuan hukum, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut. Terumbu karang dan habitat ikan menjadi bagian yang terdampak dari praktik penangkapan ikan secara destruktif tersebut.

Pung menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem laut. Informasi dari masyarakat, menurut dia, juga penting untuk memperkuat respons petugas di lapangan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...