Gandeng UMKM Malang, FAST UB Kembangkan Madu dan Cuka Apel Jadi Gummies

Pers Pangannews

20 jam yang lalu

news
Healthy Honey Gummies. (Foto: Prasetya UB)

Pangannews.id - Madu dan cuka apel yang selama ini dikenal sebagai bahan pangan, dikembangkan menjadi produk berbentuk gummies oleh Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB).

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada CV Sinar Tirta Indonesia di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, untuk mendorong diversifikasi produk UMKM.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim FAST UB tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengajak sekitar 15 peserta mempraktikkan langsung pembuatan Healthy Honey Gummies.

Ketua tim pengabdian Dr. Ir. Agus Susilo mengatakan, madu dan cuka apel masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan yang lebih inovatif dan bernilai tambah.

“Kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman kepada mitra bahwa bahan pangan seperti madu dan cuka apel masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai tambah,” ujar Agus, dikutip dari laman Prasetya UB.

Peserta diperkenalkan pada karakteristik dan potensi madu serta cuka apel sebelum masuk ke praktik pengolahan. Mereka mempelajari tahapan mulai dari persiapan bahan, pengolahan, pembentukan gummies hingga pengemasan.

FAST UB juga menyerahkan vacuum sealer kepada CV Sinar Tirta Indonesia yang dipimpin Heri Suseno. Peralatan tersebut diharapkan membantu mitra dalam proses pengemasan sehingga produk hasil pengembangan memiliki kualitas kemasan yang lebih baik dan lebih siap dipasarkan.

Dr. Dedes Amertaningtyas mengatakan, praktik langsung diharapkan membuat mitra lebih percaya diri mengembangkan produk pangan dengan karakteristik dan nilai jual yang lebih baik.

“Melalui praktik secara langsung, mitra dapat memahami tahapan pengolahan hingga pengemasan produk sehingga inovasi yang diperkenalkan dapat lebih mudah diterapkan dalam kegiatan usaha,” kata Dedes.

Kegiatan yang dilaksanakan tim dosen Agus Susilo, Dedes Amertaningtyas, Herly Evanuarini, dan Aldyon Restu Azkarahman itu mendapat respons positif dari peserta. Selain praktik, kegiatan diisi dengan diskusi mengenai peluang diversifikasi produk pangan pada tingkat UMKM.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...