Tekan Pemborosan Pangan, Pemkab Pati Dorong Gerakan Antiboros dari Keluarga

Pers Pangannews

3 jam yang lalu

news
Ilustrasi sampah makanan.

Pangannews.id - Kebiasaan membuang makanan masih menjadi persoalan yang perlu diubah dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga. Karena itu, Gerakan Antiboros Pangan didorong untuk digencarkan secara luas di Kabupaten Pati.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, upaya mengurangi pemborosan pangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, seperti merencanakan menu sebelum berbelanja, memasak sesuai kebutuhan, hingga menghabiskan makanan yang sudah diambil.

“Belajar bijak, masak secukupnya, dan makan dihabiskan. Ini yang perlu diajarkan kepada masyarakat,” kata Chandra saat menghadiri Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif Diversifikasi Produk Ikan di Aula PKK Kabupaten Pati, Rabu (16/9/2026).

Menurut Chandra, persoalan pangan tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar manusia, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan upaya menekan angka stunting. Karena itu, pengelolaan pangan secara bijak perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa makanan yang terbuang bukan sekadar menambah pengeluaran rumah tangga. Sampah pangan juga dapat menimbulkan persoalan lingkungan karena berpotensi menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap kerusakan atmosfer.

“Sebelum belanja, rencanakan dulu menu makan. Saat makan, ambil secukupnya agar tidak terbuang. Bahan makanan yang masih bisa dikonsumsi juga perlu diolah kembali,” jelasnya.

Chandra melihat PKK memiliki peran penting untuk mendorong perubahan kebiasaan tersebut. Edukasi, kata dia, dapat dilakukan melalui kader PKK sebelum diterapkan dalam keluarga dan kemudian diperluas ke lingkungan masyarakat.

“Kalau kita bisa menekan angka boros pangan dalam keluarga, bukan hanya pengeluaran yang lebih hemat. Kita juga ikut menjaga ketahanan pangan daerah dan menyelamatkan lingkungan,” ungkap Chandra.

Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan pelatihan, tetapi terus dijalankan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Pati.

“Kita harapkan, gerakan ini terus berlanjut dan semakin masif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kabupaten Pati,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga diserahkan bantuan berupa food processor dan ikan nila senilai Rp42,49 juta dari Baznas Provinsi Jawa Tengah. Bantuan diberikan untuk mendukung pengembangan usaha ekonomi produktif bagi para penerima manfaat.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...