Petani Puas Mentan Amran Dengar dan Selesaikan Masalah Lapangan

Pers Pangannews

17 jam yang lalu

news
Serikat Tani Indramayu bersama Mentan Amran di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pangannews.id - Petani Indramayu mengapresiasi respons Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang langsung menindaklanjuti persoalan di lapangan, terutama terkait irigasi, irigasi perpompaan (IRPOM), pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).

Aspirasi tersebut disampaikan saat pertemuan 1.000 petani dari 24 basis Serikat Tani Indramayu bersama Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Ketua Serikat Tani Indramayu Casudi alias Bung Udi mengatakan kedatangan petani bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026 sekaligus untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Salah satu yang paling mendesak adalah kebutuhan air bagi petani yang sebagian besar mengandalkan sawah tadah hujan.

“Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Menteri terkait kelembagaan tani yang dibentuk oleh petani. Dan juga untuk jaringan irigasi, IRPOM, juga alhamdulillah semua dikabulkan oleh Pak Menteri. Tujuan kita itu buat petani. Dan alhamdulillah juga Pak Menteri Amran merespons semua tuntutan-tuntutan kita sebagai petani,” kata Udi.

Menurutnya, persoalan air menjadi kendala penting bagi petani di sejumlah wilayah Indramayu, khususnya Kroya, Gantar, Terisi, dan Cikedung.

Petani mengusulkan agar sumber air dari Bendungan Cipanas dapat dialirkan ke lahan pertanian yang berjarak sekitar satu hingga lima kilometer.

Aspirasi tersebut langsung direspons Mentan Amran. Saat petani menyampaikan kebutuhan jaringan irigasi, Mentan Amran menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meminta penjelasan mengenai progres penanganannya.

“Ini rakyat kita, ini saudara kita, ini anak kita. Bagaimana programnya, progresnya? Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa tidak selesai masalahnya ini rakyat? Inilah gunanya kita melayani rakyat,” ucap Mentan Amran saat berkomunikasi dengan pihak BBWS melalui telepon.

Mentan Amran juga meminta kebutuhan IRPOM petani dikawal dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan air yang disampaikan petani segera mendapat tindak lanjut.

Selain irigasi, petani juga menyampaikan persoalan pupuk yang belum diterima sebagian petani. Mendengar keluhan tersebut, Mentan Amran langsung menghubungi manajer pupuk dan meminta persoalan pasokan segera diselesaikan.

“Kenapa ini ada masalah pupuk? Ini minta tambah pupuk. Selesaikan ya. Ini ada seribu orang di sini,” tegas Mentan Amran saat menelepon manajer Pupuk Indonesia.

Udi mengungkapkan sangat berterima kasih atas respons Mentan Amran dan jajaran. Ia juga menjelaskan bahwa sebelunmnya Kementan juga telah memberikan bantuan yang dijanjikan pada aksi penyampaian pendapat beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, petani Indramayu telah menerima lima unit hand tractor dan enam unit combine harvester. Dalam pertemuan hari ini, Mentan Amran kembali memberikan tambahan dukungan berupa 24 unit hand tractor untuk 24 basis petani, bantuan benih padi untuk lahan seluas 1.000 hektare, serta tambahan dua unit traktor besar.

Mentan Amran juga meresmikan Kelompok Maju Berani Berjuang yang dibentuk langsung oleh petani Indramayu. Kelembagaan tersebut diharapkan memperkuat akses petani terhadap bantuan dan program pemerintah.

Bagi Udi, respons langsung terhadap persoalan di lapangan membuat petani merasa diperhatikan. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diterima sekaligus tindak lanjut terhadap kebutuhan petani.

“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri Amran atas pemberian bantuan alsintan dan IRPOM-nya. Saya sangat senang, artinya untuk pertanian mudah-mudahan apa yang dikasih oleh Pak Menteri Amran bisa menjadi ringan untuk pekerjaan kita dan juga bermanfaat untuk semua petani Serikat Tani Indramayu,” katanya.

Ia juga menyebut Kementan sebagai rumah bagi petani untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, terutama pada momentum Hari Tani Nasional.

“Hari ini momentum buat petani untuk merayakan Hari Tani Nasional. Dan biar bagaimanapun juga tempat ini, kementerian ini, merupakan rumah kami, rumah bagi petani di Indonesia,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan petani bernama Nina Nurhalia. Ia bersyukur karena aspirasi yang disampaikan petani mendapat respons langsung dari Mentan Amran.

Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi petani mendapatkan perhatian dari pemerintah. Usai mendengar keluhan Nina, Mentan Amran langsung menghampiri dan merangkulnya dalam suasana hangat.

Momen tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan Mentan dengan para petani yang hadir menyampaikan aspirasi pada momentum Hari Tani Nasional.

“Terima kasih Bapak. I love you full Pak Menteri,” pungkas Nina yang disambut teriakan ‘mantap’ dari para petani yang hadir.(*/ADV) 


Kolom Komentar

You must login to comment...