14 jam yang lalu
Pangannews.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terus mendorong seluruh insan pertanian untuk menjadi penggerak dalam meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi, dan mewujudkan kedaulatan pangan.
Sektor pertanian memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Jadilah inovator, jadilah pemimpin, dan jadilah agen perubahan,” pesan Mentan kepada insan pertanian.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran strategis dalam mengawal program prioritas Kementerian Pertanian, terutama melalui pendampingan petani, peningkatan produksi, serta penguatan kapasitas SDM pertanian.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari Rapat Koordinasi dalam rangka Mendukung Akselerasi Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, yang digelar di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Tenggara, Kendari, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan mempertemukan Kepala Dinas Pertanian kabupaten/kota dan provinsi, BBRMP Sultra, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Bulog, PLN, BSI, Tani Merdeka, BMKG, dan BPS.
Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, yang mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi, sinergi, dan koordinasi dalam memperkuat sektor pertanian. Pertanian memiliki posisi penting bagi perekonomian Sultra dengan kontribusi sekitar 23 persen terhadap PDRB daerah.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Halu Oleo Kendari dan Pusat Penyuluhan Pertanian dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pembangunan SDM dan penyuluhan pertanian.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh), Eko Nugroho Dharmo Putro, menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam mengawal program strategis Kementan dari hulu hingga hilir.
“Penyuluh harus hadir dalam seluruh proses, mulai dari produksi, hilirisasi, pengelolaan lahan, manajemen usaha hingga penguatan kelembagaan petani. Penyuluhan juga harus responsif terhadap pertanian modern, pertanian presisi, dan regenerasi petani,” tegas Kapusluh.
Salah satu fokus rakor adalah percepatan penetapan CP/CL program hilirisasi perkebunan, khususnya untuk komoditas potensial Sulawesi Tenggara seperti pala, lada, kelapa, dan jambu mete.
Mengingat besarnya dukungan bantuan pemerintah untuk sektor perkebunan di Sultra, koordinasi sejak tahap perencanaan CP/CL hingga implementasi menjadi hal penting agar program berjalan tepat sasaran.
Di sektor tanaman pangan dan peternakan, Sulawesi Tenggara juga terus didorong melakukan transformasi teknologi, termasuk penerapan pertanian modern dan Gerakan Tanam PM-AAS.
Sementara pada sektor hortikultura, pengembangan secara lebih intensif memerlukan penguatan dukungan program dan anggaran.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sinkronisasi dan konsolidasi CP/CL antara BBRMP Sulawesi Tenggara, Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten/kota, serta penyuluh melalui Kelsi dan Katimker kabupaten/kota.
Melalui konsolidasi tersebut, Kapusluh mendorong seluruh pihak untuk menyatukan data, kebutuhan, dan langkah pelaksanaan sehingga program strategis Kementan dapat bergerak lebih cepat, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap produksi dan kesejahteraan petani Sulawesi Tenggara. (FB/*ADV)
12 jam yang lalu
13 jam yang lalu
17 jam yang lalu
You must login to comment...
Be the first comment...