14 jam yang lalu
Pangannews.id - Harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe kini berada di kisaran Rp13.200 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp12.000 per kilogram.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan salah satu opsi yang tengah dibahas adalah pemberian subsidi. Namun, keputusan mengenai skema bantuan tersebut belum ditetapkan.
"Harga kedelai kan sekarang, saya cek di SP2KP kan Rp13.200-an ya kalau enggak salah dari Rp12.000 kan. Tadi kami juga udah komunikasi dengan Kemenko Pangan," kata Budi di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Budi mengatakan kenaikan harga kedelai telah dikomunikasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Pemerintah selanjutnya akan menggelar rapat untuk membahas langkah yang dapat dilakukan agar kenaikan biaya bahan baku tidak semakin membebani perajin.
Menurut Budi, subsidi pernah diberikan pemerintah untuk membantu perajin menghadapi kondisi serupa. Namun, penerapannya kali ini masih menunggu arahan pimpinan.
"Kalau dulu kan pernah dikasih subsidi ya. Nanti kita tunggu arahan pimpinan, apakah subsidi atau apa. Tapi sudah komunikasi," ujarnya.
Ia mengatakan solusi perlu dicari agar kenaikan biaya produksi tidak berujung pada semakin mahalnya harga tempe yang harus dibayar konsumen.
"Kita harus bisa bagaimana meringankan para perajin tempe dan sebagainya, biar harganya murah dan terjangkau," jelas Budi.
Budi menambahkan, kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari kondisi perdagangan global, termasuk perkembangan harga minyak. Pemerintah masih akan membahas langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha perajin tempe.
Editor : Adi Permana
Kamis, 01 Oktober 2026 13:35 WIB
Kamis, 01 Oktober 2026 13:24 WIB
Rabu, 30 September 2026 06:27 WIB
Rabu, 23 September 2026 15:09 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...