16 jam yang lalu
Pangannews.id - Lahan marjinal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai dipetakan untuk pengembangan tanaman singkong yang nantinya dapat menjadi bahan baku bioetanol.
Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung ketahanan energi tanpa mengambil lahan pertanian yang sudah produktif.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan wilayahnya memiliki potensi lahan untuk tanaman singkong sekitar 25.000 hingga 30.000 hektare. Sebagian besar merupakan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Potensi penanaman ubi kayu atau singkong di Kabupaten Garut diperkirakan seluas 25.000 sampai 30.000 hektare terutama pada lahan-lahan marjinal yang belum dimanfaatkan secara maksimal," kata Ardhy, dikutip dari Antara.
Menurutnya, pengembangan bioetanol dari singkong tengah didorong pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Garut termasuk daerah yang diminta menyiapkan lahan untuk pengembangan singkong dan jagung.
Saat ini, Dispertan Garut masih menyiapkan lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
"Kami masih mempersiapkan lokasi-lokasi yang potensial untuk dikembangkan," ujarnya.
Garut sendiri telah memiliki produksi singkong yang cukup besar. Berdasarkan data statistik pertanian 2025, luas tanam ubi kayu mencapai 15.543 hektare dengan produksi 375.923 ton per tahun. Lahan tersebut tersebar di seluruh kecamatan.
"Garut memiliki potensi untuk pengembangan penanaman komoditas singkong dan jagung, bahkan selama ini sebagai daerah pemasok jagung terbesar di Jabar," katanya.
Ardhy memastikan pengembangan singkong untuk bahan baku bioetanol tidak diarahkan ke lahan pertanian yang sudah produktif. Lahan marjinal menjadi sasaran agar pengembangan komoditas energi tidak mengganggu produksi pangan.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan produksi tidak mengganggu keberadaan jagung atau singkong, tidak mengganggu program ketahanan pangan pemerintah," katanya.
Editor : Adi Permana
Senin, 05 Oktober 2026 14:23 WIB
Senin, 05 Oktober 2026 14:06 WIB
Senin, 05 Oktober 2026 13:31 WIB
Jumat, 02 Oktober 2026 15:08 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...