13 jam yang lalu
Pangannews.id - Produk perikanan yang akan masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal mendapat pengawasan lebih ketat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan ikan yang diproduksi hingga sampai ke masyarakat memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Kerja sama itu mencakup pengawasan di sepanjang rantai pasok, mulai dari proses produksi hingga peredaran produk perikanan. KKP dan BPOM juga akan melakukan pengujian laboratorium serta mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi standar yang ditetapkan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ishartini mengatakan kolaborasi tersebut diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada Senin (5/10/2026).
Menurut dia, kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi unit pelaksana teknis (UPT) Badan Mutu KKP di daerah untuk bekerja bersama BPOM.
"PKS menjadi landasan hukum bagi UPT Badan Mutu KKP di seluruh Indonesia untuk bekerja bersama BPOM di daerah dalam mendukung program-program pemerintah," ujar Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, 46 UPT Badan Mutu KKP dan 83 UPT BPOM akan berkolaborasi melakukan inspeksi ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) dan rantai pemasok di seluruh Indonesia.
Pengawasan juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan ikan dalam MBG. Salah satunya melalui percepatan penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendapat edukasi terkait sanitasi, higienitas, dan tata cara penanganan ikan.
Tak hanya mengawasi produk yang masuk ke rantai pasok MBG, kerja sama tersebut mencakup pertukaran data dan informasi serta kegiatan edukasi kepada masyarakat. KKP dan BPOM juga akan memberikan dukungan untuk memperluas akses pasar produk pangan berbasis hasil perikanan.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perikanan menjadi bagian lain dari kerja sama tersebut. Pendampingan diberikan agar produk mereka memiliki daya saing dan mampu menembus pasar ekspor.
Kebutuhan ikan untuk MBG sebelumnya mendapat respons dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya siap menyerap hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan sumber protein ikan dalam program tersebut.
Sudaryono mengatakan ikan menjadi salah satu sumber protein yang didorong untuk masuk ke dalam menu MBG. BGN pun siap menjadi offtaker atau penyerap dan pembeli hasil perikanan.
Editor : Adi Permana
Senin, 05 Oktober 2026 13:49 WIB
Jumat, 02 Oktober 2026 16:05 WIB
Kamis, 01 Oktober 2026 13:47 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...