11 jam yang lalu
Pangannews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja untuk mengambil bagian dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengembangan komoditas unggulan daerah.
Pemerintah siap mendukung pengembangan kopi, jambu mete, kelapa, kakao, hingga lada agar potensi pertanian setempat dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah Besar V Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Sabtu (10/10).
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran juga memperlihatkan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Toraja.
“Saya warga dari Tator juga. Saya tinggal di Jalan Nusantara dulu, di Tator, lama. Keluarga besar saya di Tator,” ujar Mentan Amran, mengenang masa kecilnya di Tana Toraja.
Kedekatan tersebut bukan hanya soal kenangan pribadi. Mentan Amran juga mengingat dukungan yang pernah diberikan untuk pengembangan kopi di Tana Toraja ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian pada periode sebelumnya.
Ia berharap dukungan itu dapat berlanjut dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Bantuan terbesar kopi adalah di Tator pada saat itu. Tujuh tahun yang lalu. Itu bantuan kopi luar biasa saya kirim,” katanya.
Mentan Amran menegaskan, pengembangan pertanian daerah perlu bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak warga Toraja yang memiliki lahan untuk memanfaatkannya secara produktif, terutama untuk komoditas perkebunan yang sesuai dengan potensi wilayah.
“Yang punya lahan, silakan daftar. Kopi ada, mete, lada, kelapa ada. Silakan,” ujar Amran.
Ia memastikan pemerintah siap memberikan dukungan secara gratis bagi pengembangan komoditas tersebut.
Kesempatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperluas usaha pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Di hadapan masyarakat Toraja, Mentan Amran juga menyampaikan capaian sektor pertanian nasional di bawah kepemimpinannya.
Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal pemerintah.
“Alhamdulillah kita sekarang ini sudah capai swasembada beras dan tercepat sepanjang sejarah. Hanya dalam waktu satu tahun,” kata Mentan Amran.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang terus memperkuat produksi pangan nasional.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pertanian tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan kerja keras seluruh elemen bangsa.
Mentan Amran juga menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen sebagai langkah untuk membantu petani menekan biaya produksi.
Menurutnya, kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini adalah yang pertama kali dilakukan selama Republik Indonesia berdiri.
Pemerintah juga terus mendorong penguatan kesejahteraan petani agar peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan perbaikan pendapatan mereka.
”Selama republik ini berdiri, tidak pernah terjadi,” ungkap Mentan Amran
Mentan Amran turut menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) telah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah yaitu 131,11.
Indikator ini menjadi salah satu gambaran perkembangan daya beli dan kesejahteraan petani, meskipun kondisi di setiap subsektor dan daerah dapat berbeda.
Ia menegaskan, penguatan pertanian nasional harus dirasakan hingga tingkat daerah, termasuk melalui pengembangan komoditas perkebunan yang memiliki potensi pasar.
Bagi Toraja, kopi dan komoditas perkebunan lainnya dapat menjadi peluang untuk memperluas kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap sektor pertanian.
Mentan Amran juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan membangun kolaborasi.
Menurutnya, kemajuan akan lebih mudah dicapai ketika masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha bergerak bersama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Tidak ada sukses berjalan sendirian. Tidak ada, harus kolaborasi,” tegasnya.
Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Mentan Amran berharap potensi pertanian Toraja dapat terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi bagi warga, serta menjadi bagian dari upaya memperkuat pertanian Indonesia dari daerah.(*/ADV)
22 jam yang lalu
Jumat, 09 Oktober 2026 21:06 WIB
Jumat, 09 Oktober 2026 14:40 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...