Pangannews.id - Kabupaten Sarmi diperkirakan memiliki potensi lahan untuk pengembangan sawah hingga 20.000 hektare. Angka tersebut meningkat dari perkiraan awal sekitar 9.000 hektare setelah dilakukan Survei Identifikasi dan Desain (SID).
Temuan itu menjadi salah satu acuan Pemerintah Provinsi Papua dalam menentukan lokasi pengembangan program cetak sawah rakyat. Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil survei dan kesesuaian lahan untuk mendukung peningkatan produksi beras.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Papua Lunanka V.M.L. Daimboa mengatakan, selain Sarmi, sejumlah kabupaten lain juga memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan padi, yakni Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Waropen.
“Berdasarkan Survei Identifikasi dan Desain (SID) oleh perguruan tinggi, ada beberapa kabupaten yang memiliki luas areal cukup besar, misalnya Sarmi, Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Waropen,” kata Lunanka di Jayapura, Kamis.
Menurut dia, potensi lahan di Kabupaten Keerom dan Waropen masing-masing diperkirakan mencapai 15.000 hektare. Sementara itu, survei identifikasi dan desain masih berlangsung di sejumlah wilayah lain untuk menentukan lahan yang memungkinkan dikembangkan melalui program cetak sawah rakyat.
Meski demikian, pengembangan sektor pertanian di Papua tidak semata-mata diarahkan pada perluasan areal persawahan. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan komoditas unggulan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kabupaten dan kota.
Lunanka mencontohkan Sarmi dan Biak yang memiliki potensi pengembangan komoditas perkebunan, terutama kelapa. Adapun Kabupaten Keerom dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas perkebunan lain, termasuk kelapa sawit.
Menurutnya, pemetaan potensi wilayah diperlukan agar pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada penambahan luas lahan, tetapi juga mempertimbangkan peluang produksi yang sesuai dengan kondisi daerah.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.