Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pemerintah Persilakan Masyarakat Kritik Program MBG

Bagikan
Pemerintah mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pangannews.id - Pemerintah mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk ketika muncul persoalan dalam pelaksanaannya. Masukan publik dinilai penting untuk mendorong perbaikan program yang kini telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan evaluasi berkelanjutan dibutuhkan, tidak hanya untuk MBG, tetapi juga program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dalam dialog nasional refleksi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (22/10/2026), Hariqo menilai kemarahan masyarakat ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar.

"Kalau masyarakat marah-marah terhadap program MBG, itu wajar. Siapapun pasti akan marah kalau ada anaknya yang keracunan. Dan, bapak ibu juga jangan ragu-ragu dikritik saja habis-habisan program MBG itu," kata Hariqo.

Ia mengakui kedua program tersebut masih membutuhkan banyak pembenahan. Menurut dia, sejumlah kritik yang disampaikan masyarakat juga telah terbukti sehingga perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Salah satu perubahan yang telah dilakukan dalam pelaksanaan MBG adalah uji coba sistem penyajian prasmanan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 10 provinsi.

"Hari ini terbukti, sudah banyak perbaikan. Ketika dilakukan (MBG) prasmanan, responnya sangat baik dari masyarakat," tuturnya.

Perbaikan pelaksanaan MBG juga dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui transformasi program yang disebut revolusi MBG 2.0. Pembenahan ini mencakup penguatan tata kelola, standar keamanan pangan, serta pengembangan inovasi dalam penyelenggaraan program.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny, Rabu (21/10/2026), mengatakan fokus pelaksanaan MBG kini tidak lagi semata-mata pada perluasan jangkauan penerima. Pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, tepat sasaran, dan memenuhi standar.

Uji coba penyajian prasmanan menjadi salah satu bagian dari perubahan tersebut. Selain memberikan pengalaman makan yang lebih baik bagi peserta didik, pola ini diarahkan untuk membangun kebiasaan positif, seperti kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal