Sabtu, 28 Maret 2026 13:10 WIB
Pangannews.id - Tim ilmuwan China menemukan potensi besar pemanfaatan panel surya pada dinding luar bangunan untuk menghasilkan listrik sekaligus menekan kebutuhan energi pendinginan.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipimpin Institut Ilmu Geografi dan Penelitian Sumber Daya Alam (Institute of Geographic Sciences and Natural Resources Research/IGSNRR) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).
Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change pada 27 Maret itu mengkaji penggunaan panel surya pada permukaan vertikal bangunan atau dikenal sebagai facade-integrated photovoltaics (FIPV). Pendekatan ini dinilai dapat memanfaatkan area dinding gedung yang selama ini belum digunakan sebagai sumber energi.
Peneliti menggabungkan data geometri bangunan, karakteristik struktur, serta kondisi cuaca global untuk menghitung potensi listrik yang dapat dihasilkan dari pemasangan panel surya di fasad bangunan. Mereka juga mengevaluasi dampaknya terhadap kebutuhan energi bangunan, khususnya untuk pendingin dan pemanas ruangan.
Dalam skenario penerapan yang realistis, teknologi FIPV diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 732,5 terawatt-jam listrik per tahun secara global. Produksi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan energi jutaan rumah tangga.
Selain menghasilkan listrik, panel pada dinding juga berfungsi sebagai pelindung dari radiasi matahari langsung. Efek ini mengurangi panas yang masuk ke dalam bangunan sehingga kebutuhan pendingin ruangan dapat ditekan. Studi tersebut mencatat permintaan listrik bangunan rata-rata turun sekitar 8,1 persen.
Manfaat gabungan tersebut dinilai berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dalam skala besar. Tim peneliti memperkirakan jika teknologi ini diterapkan secara luas hingga pertengahan abad, emisi karbon kumulatif global dapat berkurang hingga 37,7 gigaton.
Namun, para peneliti menilai implementasi teknologi tersebut membutuhkan kebijakan yang tepat serta perencanaan kota yang matang. Efektivitas pemasangan panel bergantung pada desain bangunan, orientasi matahari, serta kondisi iklim di masing-masing wilayah.
“Karena perubahan iklim memicu panas yang lebih ekstrem dan peningkatan permintaan energi di perkotaan, studi ini menyoroti peluang yang selama ini terabaikan untuk membuat bangunan-bangunan menjadi lebih hemat energi sekaligus tangguh terhadap perubahan iklim,” ujar profesor IGSNRR, Yao Ling, dilansir dari Antara.
Editor : Adi Permana
Senin, 20 April 2026 13:58 WIB
Selasa, 14 April 2026 10:57 WIB
Kamis, 02 April 2026 11:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...