PanganNews.id Jakarta – Institut Pertanian Bogor (IPB), memberikan bantuan dana kepada dosen IPB untuk melakukan sosialisasi inovasinya di kampung halamannya dalam program Dosen Pulang Kampung. Pada kesempatan itu, tim dosen IPB yang diketuai oleh Dr. Ir. Akhmad Endang Zainal Hasan, M.Si beserta Prof. Ir. Khaswar Syamsu, M.Sc dan Dr. Dimas Andrianto, M.Si melakukan sosialisasi peningkatan produksi kopi dan pengolahan kopi yang baik kepada petani di wilayah Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.
Dalam pelaksanaannya ikut serta mahasiswa dari Departemen Biokimia, FMIPA IPB baik S1 maupun S2 serta praktisi perkopian. Harapannya adalah adanya penerapan inovasi dari dosen IPB yang diterapkan oleh petani desa itu dan adanya keikutsertaan pemerintah daerah dalam memajukan masyarakatnya. Adapun kegiatan Dosen Pulang Kampung ini mulai disiapkan sejak tanggal 16-17 Juli 2022 dan pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 23-24 Juli 2022 di Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.
Salim, Ketua Kelompok Tani Kopi mengungkapkan sebelumnya merasa kesulitan untuk memperoleh kualitas kopi yang baik karena proses panen kopi yang tidak selektif sehingga bahan biji kopi beragam mutunya. Jumlah persentase biji buah merah sangat sedikit sehingga menghasilkan biji kopi dengan rendemen yang kecil, persentaase biji utuh yang sedikit dan saat dilakukan penyangraian menghasilkan biji kopi yang terlalu gosong bahkan perlu dibuang.
"Namun diharapkan setelah adanya penyuluhan yang dilakukan ini, petani kopi akan sadar dengan perlunya panen buah kopi yang matang atau berwarna merah, sehingga penghasilan akan meningkat dan hasil pengolahan kopi juga menjadi biji kopi berkwalitas baik. Dengan demikian selain pendapatan petani akan meningkat juga keuntungan akan bertambah dari pengolah kopi. Dan akhirnya produk yang dihasilkan mempunyai kwalitas yang baik. Apabila hal tersebut terjadi, maka kopi yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi kopi siap eksport” ujar pak Agus
“Panen buah kopi yang berwarna merah mengakibatkan hasil biji kopi mentah yang meningkat, sehingga pendapatan petani akan meningkat.” tambah pak Zainal Hasan
Sementara itu, pak Agus, Lurah Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan sosialisasi ini sehingga dima sa yang akan datang petani akan menerapkan inovasi ini dan akan meningkat pendapatannya sehingga kesejahteraannya pun akan meningkat. Dengan demikian akan membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa yang lain serta menjadikan peluang usaha menambah pendapatn bagi masyarakat desa apabila dijadikan suatu usaha pengolahan kopi yang mandiri.
“Diperlukan bantuan pemerintah daerah dalam meningkatkan peralatan pendukung proses pengolahan kopi serta dukungan pelatihan yang terkait dalam upaya menjadi Desa mandiri dalam menyiapkan lapangan kerja di wilayah sendiri”, tambah pak Agus. Ditambahkan pula oleh pak Agus, mulai sekarang jangan melakukan penebangan pohon kopi dikarenakan harga biji kopi yang sangat murah.
Sementara itu, pihak Kecamatan menyebutkan akan terus mendukung kegiatan yang dilakukan di wilayahnya untuk maju dan terus mendukung kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh dosen IPB tersebut.
"Kami, sebagai wakil dari Pemerintah daerah sangat berharap nantinya keseluruhan proses yang dilakukan secara terpadu dan dilakukan dengan kelompok atau pengelolaan yang baik melalui Badan Usaha Milik Desa akan menjadi lebih baik yang nantinya akan dapat memanfaatkan bantuan-bantuan dari pihak lain memajukan usaha yang akan dilakukan tersebut. Apabila akan mengajukan dana pengembangan usaha, pihak pemerintah akan memfasilitasi terhadap badan pemberi dana. Harapannya adalah ada pelaksanaan inovasi ini serta berjalannya pengusahaan pengelolaan hasil pertanian di daerah Ciomas. Ditambahkan lagi bahwa harapan kami dengan pengelolaan yang baik produk kopi dari daerah Ciomas ini menembus pasar global," kata pak Trisno (Camat Kecamatan Ciomas).


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.