PanganNews.id, Bandung - Sejak akhir 2022, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Sauyunan, Bukit Rakutak, Desa Ibun yang menjadi anak usaha dari KTH Mulya Tani mendapatkan bantuan skema dana nusantara.
Skema yang diinisiasi Walhi, Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini memberikan fasilitas bantuan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat yang mengelola hutan.
Dana langsung ini pun menerapkan prinsip-prinsip transparansi, keadilan gender, keberagaman dan kesetaraan.
Bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia, Walhi mendampingi KTH Mulya Tani untuk dapat mengakses dana ini dalam pengelolaan kopi. Kini, mereka sudah membangun rumah produksi kopi berjarak sekitar 1-2 km dari kebun mereka.
Wilayah mereka pun berbatasan langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang. Bahkan untuk memasuki kebun, masyarakat perlu meminta izin portal dengan PLTP Bumi Kamojang.
Amir Rohimat, Ketua KUPS Bukit Rakutak Suyunan mengatakan, kopi jadi produk andalan yang dibudidayakan orang Kamojang tetapi mereka hadapi kendala lahan, bibit sampai pupuk.
Padahal, produk ini mampu meningkatkan secara ekonomi, lingkungan maupun social masyarakat di sini.
Sementara Roni Usman Kusmana, Ketua Umum Badan Pengurus Nasional AP2SI pun melihat potensi kopi di Kabupaten Bandung.
“Harapannya, Dana Nusantara bisa membantu kopi yang ditanam masyarakat tidak jatuh pada tangan kapitalis maupun tengkulak. Nilai yang didapat harus kembali untuk kesejahteraan petani," kata Roni di Kabupaten Bandung, Selasa 4 April 2023.
Uslaini, Kepala Divisi Wilayah Kelola Rakyat Walhi Nasional berharap, lahan kelola rakyat di Desa Ibun bisa jadi contoh baik bagaimana masyarakat sekitar hutan mampu berkontribusi dalam pemulihan hutan.
“Dana Nusantara menjadi skema baik dalam mendorong masyarakat terus melindungi dan memulihkan lingkungan," ujar Usaini.
Saat ini, uji coba skema Dana Nusantara ada di 12 provinsi tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Nusa Teggara Timur, Maluku Utara, dan Papua.
Pemberdayaan ekonominya pun beragam mulai dari rempah, budidaya madu, pengembangan varietas lokal, peternakan, ekowisata, pemetaan wilayah hingga peningkatan tata kelola lahan pasca konflik.
Meski rumah kopi masih terbilang baru, para petani Desa Ibun menaruh banyak harapan untuk belajar, berkreasi dan menciptakan nilai tambah.
“Dana Nusantara menjadi skema baik dalam mendorong masyarakat terus melindungi dan memulihkan lingkungan.” paparnya.
Petani dari Kecamatan Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) mengelola kebun dan lahan pertanian di lahan eks kelola PT Perhutani.
Tak hanya menanam beragam jenis tanaman sebagai sumber ekonomi, para petani sekaligus memulihkan lahan kritis yang kembali berhutan.
Penulis: Luki
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.