Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Lawan Stunting Lewat Gerakan Redistribusi Surplus Pangan dari Donor

Bagikan
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Daphne Andrea (unpar.ac.id)
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Daphne Andrea (unpar.ac.id)

PanganNews.id, Bandung - Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Daphne Andrea berhasil meraih juara satu dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) UNPAR 2023. 

Isu berjudul “Inisiatif Ketahanan Pangan untuk Mempercepat Tujuan Indonesia Melawan Stunting melalui Program SAIL (Stunting Act of Intervention Locomotors)" membawanya meraih juara satu mahasiswa berprestasi.

Dia mencanangkan gerakan redistribusi surplus makanan dari donor atau food retailers seperti supermarket, restoran, dan lainnya ke front line organization seperti posyandu, foodbank, NGO. 

“Untuk disalurkan ke ibu-ibu hamil dan bayinya dalam upaya pencegahan stunting. Secara singkat, SAIL bertindak sebagai katalisator dalam menyalurkan makanan lebih ke masyarakat yang membutuhkan menggunakan teknologi aplikasi antara sektor bisnis dan organisasi (B2O),” kata Daphne dikutip dari unpar.ac.id, Rabu 26 April 2023. 

Baginya, gagasan mengenai stunting tersebut bisa terbesit melalui proses panjang dari berbagai pengalaman dan didikan di keluarga maupun selama kuliah, salah satunya pengalaman magang pertamanya di NGO pencegahan stunting. 

“Anak-anak yang gagal kita lindungi ini tidak hanya akan secara fisik berperawakan lebih pendek tapi juga lebih rentan sakit, sulit bersosialisasi, dan sulit untuk menunjukkan performa yang baik di sekolah hingga kelak nanti harus bekerja. Dengan kata lain, anak penderita stunting akan sulit mencapai mimpinya," papar Daphne. 

Dia mengatakan tujuan utama gagasan ini adalah menekan angka prevalensi stunting di Indonesia supaya setiap anak punya kesempatan, bukan keterbatasan, untuk mencapai mimpinya. 

Terlepas dari data seperti tingginya prevalensi stunting di Indonesia, Daphne mengatakan urgensi mengenai isu ini sangat jelas ditekankan oleh Presiden Joko Widodo harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.

“Sebagaimana gagasan ini mengusung tema Sustainable Development Goal (SDG) 2 untuk mengakhiri kelaparan, Daphne berharap solusi ini bisa diimplementasikan suatu hari sehingga semakin sedikit keluarga yang kesulitan akses untuk mendapatkan asupan gizi,” jelas Daphne.

Lebih lanjut, kekuatan gagasan ini juga ada pada sistem yang mendorong sinergi multipihak seperti industri bisnis sebagai pendonor makanan berlebih (surplus) serta peran advokasi dan aksi konkret di tingkat akar rumput oleh organisasi sebagai garda terdepan. 

“Dengan kata lain, selain meningkatkan akses ke makanan sehat, SAIL juga tidak mengabaikan pentingnya tingkat kesadaran (awareness) para ibu terhadap kesehatan anaknya melalui peran advokasi organisasi-organisasi penyalur ini. Seandainya gagasan ini bisa menjadi kenyataan, selain meningkatkan citra UNPAR, juga menjadi salah satu momen manifestasi sesanti UNPAR,” tutup dia. (egi)

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal