Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Makin Murah, Akademisi di Bali Ciptakan Pangan Alternatif buat Peternak Ayam

Bagikan
Pembuatan pangan alternatif dari bahan berbahan dasar talas (suaradewata.com)
Pembuatan pangan alternatif dari bahan berbahan dasar talas (suaradewata.com)

PanganNews.id, Denpasar -  Tim akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) mengajak para peternak ayam kampung untuk memanfaatkan talas sebagai pakan alternatif untuk menekan biaya. 

Ketua tim akademisi, Dr. I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, menyebut pemanfaatan talas sebagai pakan alternatif ini karena cukup banyak tersedia di lingkungan peternak dan belum dimanfaatkan secara optimal. 

Terlebih, kata dia, pakan pabrik atau pakan komersial sedang mengalami peningkatan harga. 

“Talas mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi berupa umbi, pelepah daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus. Daun, sisa umbi, dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi” kata Gusti dikutip dari suaradewata.com, Selasa 9 Mei 2023.

Menurut dia, pemanfaatan talas sebagai pakan alternatif telah disosialisasikan dan diuji coba pada Kelompok Ternak Manuk Amertha, Dusun Segah, Desa Asahduren, Pekutatan-Jembaran.

Para peternak ayam juga telah dibekali pengetahuan mengenai tata cara pengolahan talas menjadi pakan alternatif. 

Ia berharap melalui pemanfaatan daun talas ini peternak bisa menekan harga pakan yang cukup mahal, selain itu daun talas juga dapat meningkatkan produktifitas telur karena mempunyai nutrisi yang cukup tinggi. 

"Mengingat Biaya pakan selama ini merupakan biaya produksi terbesar dengan persentase sebesar 60-70 persen dari total biaya produksi," jelas dia. 

Ia mengungkapkan ayam kampung belum dianggap sebagai komoditas usaha peternakan utama yang menopang penghasilan dan kesejahteraan keluarga masyarakat atau kelompok ternak. 

Masyarakat pedesan, kata dia, memelihara ayam kampung sebagai sumber pangan keluarga untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging. Peningkatan populasi ayam kampung tidak terlepas dari tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas unggas lokal ini. 

"Peningkatan permintaan masyarakat telah menciptakan peluang usaha dalam budidaya ayam kampung. Ayam kampung memiliki peluang yang besar ditinjau dari agroekosistem dan lingkungan hidup, seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kuantitas dan kualitas bahan pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi," tutup dia. (egi)

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal