Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Biar Libur Produktif, Simak Cara Bikin Sampah Jadi Pupuk Kompos 

Bagikan
Ilustrasi pupuk kompos (santaiberkebun/yt)
Ilustrasi pupuk kompos (santaiberkebun/yt)

PanganNews.id, Bogor - Sahabat PanganNews.id, sampah selalu menjadi masalah bagi sebagian orang yang tidak bisa memanfaatkannya. 

Namun, dengan tangan-tangan terampil, sampah-sampah itu bisa disulap menjadi barang yang bermanfaat, salah satunya untuk membuat pupuk kompos. 

Namun, tidak semua sampah bisa dijadikan kompos, hanya sampah organik yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos, seperti  daun kering, sisa makanan, sisa sayuran dan buah, atau apapun yang membusuk secara alami dalam rentan waktu yang relatif singkat.

Nah, kegiatan pembuatan pupuk kompos dari sampah organik ini bisa dilakukan untuk mengurangi keborosan pangan loh sekaligus mengisi hari libur sobat Pangan. 

Tak lama-lama, berikut cara membuat pupuk kompos dari sampah organik : 

1. Siapkan bak yang telah banyak dilubangi di setiap sisi,  agar sirkulasi udara lebih lancar dan ini pula untuk menghilangi bau.

2. Buang sisa-sisa makanan sehari hari (sampah organik) ke dalam bak yang sudah disiapkan tadi.

3. Berilah cukup satu genggam tanah ke dalam bak yang sudah berisi sampah organik.

4. Ulangi steps 3&4 secara beruntun.

5. Setelah penuh, simpan bak kompos selama kurang lebih 2 s.d. 3 bulan.

6. Setelah 2 sampai 3 bulan, buka bak kompos, jika biji tumbuh di pupuk kompos tadi berarti pupuk sudah siap digunakan.

Pelubangan bak kompos dalam jumlah yang cukup banyak bertujuan untuk menghindari bakteri anaerob ( bakteri tanpa oksigen).

Bakteri anaerob inilah yang membuat sampah menjadi bau ketika disimpan di bak yang tidak diberi lubang.

Pastikan dalam pembuatan pupuk kompos ini sirkulasi udara lancar agar bakteri aerob bisa berkembang dengan baik.

Bakteri aerob adalah bakteri yang berperan agar sampah tidak berbau busuk. Pupuk kompos ini bisa digunakan untuk budidaya tanaman organik.

Kelebihan dari pupuk ini adalah dapat mengurangi pencemaran karena pupuk kimia serta biaya yang lebih ramah karena dapat diproduksi sendiri.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal