Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Dosen Unsil Latih Warga Produksi Pupuk Organik Berbahan Limbah Rumahan

Bagikan
Para Dosen Unsil melakukan edukasi soal pembuatan pupuk organik (radartasik)
Para Dosen Unsil melakukan edukasi soal pembuatan pupuk organik (radartasik)

PanganNews.id, Tasikmalaya - Sejumlah dosen Universitas Siliwangi yang tergabung dalam Tim Pengabdian Dosen Fakultas Pertanian Unsil, yakni Dr  Rina Nuryati, Prof Dr  Rudi Priyadi, Faqihuddin Ir MP, Cici Aulia Permata Bunda, dan Ade Hilman Juhaeni SP MP, melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kelompok Tani Wanita (KWT) Kusari dan KWT Sauyunan di Kelurahan Sumelap Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.

Dalam program pengabdian yang  berlangsung dari 8 Juli 2023 hingga 15 September 2023, meliputi berbagai tahapan seperti Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, pelatihan/praktek, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi ini diselipkan oleh edukasi pembuatan bibit dari limbah.

Ketua Tim Pengabdian Dr Hj Rina Nuryati mengatakan, kegiatan pengabdian ini melibatkan KWT Kusari dan KWT Sauyunana adalah bagian dari upaya Unsil untuk mendukung masyarakat dalam mengurangi limbah rumah tangga.

Tentunya juga sekaligus meningkatkan produktivitas pekarangan sebagai sumber bahan pangan bagi keluarga.

“Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan KWT Kusari dan KWT Sauyunan dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik untuk mendukung peningkatan fungsi pekarangan sebagai penghasil bahan pangan keluarga,” kata dia, Selasa 19 September 2023.

Sehingga, sambung dia, pengabdian ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. 

Selama pelaksanaan kegiatan, berbagai materi disampaikan kepada anggota KWT Kusari dan KWT Sauyunan, termasuk teknik pengomposan yang efektif, penggunaan pupuk organik dalam pertanian organik, dan praktik-praktik berkelanjutan dalam pengelolaan pekarangan.

“Mengingat pembuatan pupuk organik harus sesuai dengan prosedur yang disarankan agar tidak berpengaruh negatif terhadap tanaman,” katanya.

Sementara, Tim Pengabdian Prof Dr H Rudi Priyadi, menyampaikan pupuk organik yang dihasilkan dari limbah organik rumah tangga ini bukan hanya berdampak positif pada pertanian keluarga, tetapi juga pada lingkungan secara keseluruhan. 

“Hal ini adalah solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah limbah organik,” ujarnya.

Sebab itu, setelah melaksanakan semua kegiatan pengabdian, berharap dapat diterapkan praktik-praktik yang telah diajarkan oleh tim dosen dan mahasiswa.

Tentunya agar KWT Kusari dan KWT Sauyunan dapat terus memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang telah mereka pelajari.

“Arahnya untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pangan keluarga mereka,” katanya.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal