PanganNews.id, Sukoharjo - Petani Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo dibuat bingung karena kurangnya pasokan air si tengah musim penghujan.
Petani Desa Joho Kecamatan Mojolaban, Walidi menyampaikan bahwa di bulan Desember ini sangat berharap stok air melimpah dari hujan. Terlebih lagi pada bulan ini bersamaan dengan awal musim tanam (MT) I padi.
"Petani seperti saya yang sudah terlanjur tanam padi kebingungan. Seharusnya sudah musim hujan dan banyak stok air. Tapi ternyata justru kekeringan karena kekurangan air," ujarnya.
Kekurangan air pada lahan pertanian dijelaskan Walidi seperti juga terlihat pada saluran irigasi disepanjang aliran Dam Colo Nguter. Kondisi Dam Colo Nguter debit air sangat rendah karena tidak ada suplai dari hujan.
"Saluran irigasi Dam Colo kering dan tidak ada air cukup untuk tanaman padi. Petani semakin resah karena cuaca ekstrem. Kami khawatir tanaman padi yang sudah terlanjur ditanam akan mati dan membuat rugi petani," papar dia.
Hal serupa dirasakan Petani Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban Sarni. Ia mengatakan, sementara waktu membiarkan tanaman padi miliknya yang masih berusia satu bulan tanam kekurangan air.
Kondisi sawah kering karena tidak ada suplai air mencukupi dari aliran irigasi Dam Colo Nguter.
"Kalau mau mengairi sawah dari sumur pantek butuh biaya besar. Posisi sekarang modal sudah dipakai untuk biaya tanam dan pupuk kemarin," papar dia.
Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, mengatakan penyebabnya. Ia mengaku pintu air Dam Colo Nguter secara resmi ditutup pada 16 Oktober 2023 untuk perawatan rutin satu tahun sekali. Sesuai jadwal awal penutupan dilaksanakan selama satu bulan.
Pintu air Dam Colo Nguter seharusnya sudah dibuka pada 16 November 2023 namun ditunda dari jadwal awal karena kendala kekurangan air dampak cuaca panas ekstrem El Nino dan peralihan awal masuk musim hujan.
Pintu air Dam Colo Nguter akhirnya kembali dibuka oleh pihak pengelola Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) pada Sabtu (09/12/2023) lalu. Namun sejak dibuka sampai sekarang kondisi Dam Colo Nguter masih tetap kekurangan air. Debit air disana masih rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan petani.
Penyebab kondisi tersebut dikarenakan curah hujan rendah di daerah hulu tangkapan air di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri. Kekurangan air tersebut dikeluhkan petani dan diluar kebiasaan setiap tahun.
"Setiap tahun rutin dilakukan penutupan dan dibuka kembali pintu air Dam Colo Nguter dengan kondisi sudah ada air saat dibuka. Tapi ini sejak ditutup bahkan dibuka lagi dengan jadwal yang sudah molor tetap saja air masih kurang dan debit air rendah. Jelas kondisi ini diluar kebiasaan dan dikeluhkan petani," ujarnya.
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.