Solusi Ketergantungan Impor, Pemprov Lampung Kembangkan Pakan Ikan dari Cangkang Rajungan

Jurnalis Pangannews

Selasa, 27 Pebruari 2024 19:01 WIB

news
Bahan utama cangkang rajungan, mengurangi ketergantungan pada impor pakan. (Istimewa)

PanganNews.id, Lampung- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sedang memimpin inisiatif untuk mengembangkan pakan ikan mandiri dengan bahan utama cangkang rajungan, mengurangi ketergantungan pada impor pakan.

"Prinsip ekonomi biru yang diterapkan sebagai upaya meningkatkan nilai tukar nelayan dan pembudidaya (NTNP) yang saat ini tengah dilakukan adalah mengembangkan pengelolaan cangkang rajungan yang berasal dari sampah produksi menjadi pakan ikan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Liza Derni.

Menurut Liza, langkah ini menjadi solusi atas tingginya harga pakan ikan karena ketergantungan pada impor.

"Supaya kita mengurangi kebutuhan pakan yang berasal dari bahan impor, sudah dikembangkan pakan mandiri dari cangkang rajungan sisa perusahaan," tambahnya.

Dalam upaya ini, pemerintah telah bekerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat, dengan unit pengolahan telah beroperasi di Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Dengan adanya pakan ikan mandiri dari cangkang rajungan, ketergantungan akan pakan impor dapat dikurangi sebesar 25 persen dari total kebutuhan pakan dalam satu tahun.

Lanjut Liza menjelaskan, dengan pengembangan pakan ikan mandiri ini minimal 25 persen bisa kita subsidi dari pakan mandiri.

"Bahwa pemerintah telah memberikan bantuan berupa mesin pengolahan, bahan baku cangkang rajungan, serta bantuan permodalan melalui kartu tani," jelas dia.

Ia berharap, dengan pakan mandiri, akan membantu pembudidaya agar mendapatkan pakan ikan dengan harga stabil.

"Lalu tidak ada lagi limbah perusahaan pengelolaan rajungan kaleng yang terbuang hingga mencemari lingkungan karena semua sudah diolah serta menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat," harapnya.

Selain upaya tersebut, pemerintah daerah juga telah mendistribusikan bantuan pakan ikan sebanyak 18.180 kilogram bagi kelompok pembudidaya di daerah setempat. 

"Sudah disalurkan juga sebanyak 18.180 kilogram bantuan pakan ikan bagi kelompok pembudidaya agar mereka dapat terus memaksimalkan produksinya, sehingga NTNP bisa tinggi dan kesejahteraan pembudidaya tetap terjaga," papar dia.

Dengan langkah-langkah ini, Pempov Lampung menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor perikanan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...