Pemerintah Indonesia Klaim Bahan Pokok Makanan Langka Gegara Geopolitik

Jurnalis Pangannews

Jumat, 01 Maret 2024 13:14 WIB

news
Presiden Joko Widodo (Sekretariat Kabinet)

PanganNews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa kelangkaan dan tingginya harga bahan pokok makanan disebabkan oleh Geopolitik yang terjadi di dunia. 

Ia menyebut, Geopolitik yang berimbas pada inflasi pangan dunia ini, mengakibatkan impor-ekspor pangan mengalami perubahan signifikan. 

Presiden Joko Widodo menyampaikan, konflik dua negara antara Ukraina dan Rusai dan sejumlah negara lain menjadi penyebab utama naiknya inflasi dunia. 


“Kita tahu konflik di Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada tambahan Yaman, sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,” kata Jokowi di Jakarta, Jumat 1 Maret 2024.

Terlebih, adanya konflik tersebut mengakibatkan ketidakpastian ekonomi, politik, hingga geopolitik dunia.

“Geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit kalkulasi. Lanskap ekonomi, lanskap politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung,” ungkap Presiden Jokowi.

Imbas ketidakpastian tersebutlah yang menyebabkan alur ekspor-impor pangan di dunia mengalami pergeseran, termasuk dalam komoditas beras maupun gandum.

"Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan kepada kita, misalnya beras. Hampir semua negara produsen beras menawarkan berasnya kepada kita. Sekarang ini kita mencari beras di negara-negara produsen sudah tidak gampang dan tidak mudah,” terang Presiden Jokowi.

“Semuanya sekarang ini ngerem untuk tidak ekspor bahan pangannya, baik gandum maupun beras akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,” tambahnya.

Penulis : Egi Abdul Mugni 
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...