PanganNews.id, Vietnam - Agama islam merupakan agama minoritas di negara Vietnam. Sehingga, kebutuhan pangan yang berlandaskan syariat Islam sangat sulit untuk dicari.
Wisatawan muslim yang hendak ke Vietnam harus benar-benar teliti saat hendak membeli makanan, jika ingin menjaga kehalalannya.
Sebab, makanan di pusat wisata Vietnam, didominasi oleh restoran atau tempat makan yang menyediakan makanan berbahan dasar babi.
Bahkan, tidak hanya tempat wisata, penginapan pun kebanyakan hanya menyediakan sarapan dengan bahan-bahan dasar babi.
Tak hanya itu, restoran yang sudah dilabeli halal pun, tak jarang menggunakan minyak babi, meski tidak menggunakan daging babi.
Nah, sahabat Pangannews.id yang hendak berwisata ke negara non muslim atau khsusunya Vietnam, berikut trik dan tips agar tetap makan makanan halal :
1. Cari restoran halal dengan penjual orang muslim
Mencari restoran halal dengan penjualnya adalah orang muslim adalah cara yang tepat untuk memilih makanan halal. Sebab, penjual sudah pasti tahu bagaimana umat muslim makan dan larangan apa yang tidak dibolehkan untuk dimakan.
Sebab, tidak jarang restoran halal di Vietnam yang dicap halal namun tetap saja menggunakan minyak babi.
Meski tidak semuanya seperti itu, namun alangkah baiknya cari restoran halal dengan pemilik umat muslim
2. Penegasan kepada Penjual Makanan
Di Vietnam, kita tidak perlu khawatir untuk mengakui agama islam. Sebab, mereka sangat menghargai siapapun wisatawannya, baik muslim, Kristen maupun agama lainnya.
Penegasan dan berbicara kepada pedagang makanan bahwa kita muslim, juga merupakan cara lainnya untuk memastikan makanan halal atau tidaknya.
Pembeli bisa meminta agar penjual makanan tidak memberikan resep atau bahan-bahan makanan yang berasal dari babi. Mereka akan menerima dan menuruti masukan para pembeli.
3. Jangan Pilih Makanan di Menu Hotel
Saat hendak sarapan di Hotel wilayah Vietnam, wisatawan muslim untuk tidak meminta menu makanan di hotel. Sebab, hampir seluruh Hotel di lokasi wisata menggunakan bahan dasar babi, baik minyak maupun dagingnya.
Meski terdapat menu selain babi, namun masakan yang dibuat rata-rata menggunakan minyak babi. Sehingga, wisatawan muslim perlu hati-hati dan disarankan memilih menu sesuai dengan selera.
Sebab, hal itu dirasakan oleh salah satu pengunjung Hotel, Alvi. Ia menyebut meski menu makanan ada yang non babi, namun minyak yang digunakan pakai minyak babi.
"Iya, untungnya dia bilang. Akhirnya kita minta telur diolah pakai minyak kelapa," kata Alvi, Rabu 6 Maret 2024.
Reporter: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.