Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Mendag Sebut Swasembada Pangan 2027 Bisa Hemat Devisa 5,2 Miliar USD

Bagikan
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso dan Menko Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Instagram @budisantosofficial)
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso dan Menko Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Instagram @budisantosofficial)

Pangannews.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan pentingnya upaya swasembada pangan guna mendukung penghematan devisa negara. 

Dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan yang digelar di Surabaya, Selasa, Budi menyampaikan bahwa target swasembada pangan pada 2027 diharapkan mampu menghemat devisa hingga 5,2 miliar dolar AS.

“Apabila swasembada untuk empat komoditas tersebut dilakukan, kita dapat menghemat devisa sekitar 5,2 miliar dolar AS,” ujar Budi, dikutip Selasa, 7 Januari 2025.

Empat komoditas yang menjadi fokus swasembada adalah beras, gula, garam, dan jagung. 

Menurut Budi, keberhasilan dalam swasembada ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap impor tetapi juga mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain seperti penyediaan pupuk untuk sektor pertanian dan perikanan.

Dalam paparannya, Budi mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, Indonesia masih mengimpor komoditas tersebut dengan nilai yang cukup besar, meskipun tren impor gula dan garam menunjukkan penurunan.

Sebaliknya, ia mengapresiasi sejumlah produk pangan yang telah berhasil mencapai surplus sehingga dapat diarahkan untuk ekspor.

“Misalnya, minyak kelapa sawit (CPO) yang pangsa pasar ekspornya secara nasional sebesar 11,2 persen. Artinya sudah banyak contoh komoditas yang sudah swasembada pangan sehingga kalau komoditas yang lain juga akan swasembada, saya pikir itu bisa kita lakukan,” tutur Budi.

Di Jawa Timur sendiri, minyak kelapa sawit menjadi komoditas ekspor pangan utama, disusul ikan dan ikan olahan, gula, susu, bawang merah, kedelai, jagung, dan daging ayam. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk memperluas capaian swasembada di tingkat nasional.

Selain mendorong swasembada, Kemendag juga menyiapkan fasilitas penunjang, seperti gudang program Sistem Resi Gudang (SRG), untuk mengoptimalkan penyimpanan pasokan barang kebutuhan pokok.

“Terdapat enam gudang SRG aktif, 17 flat, dan satu silo SRG pada posisi idle (belum beroperasi) di Jawa Timur. Kapasitas total gudang SRG idle di wilayah Jawa Timur mencapai 25.900 ton,” jelas Budi.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal