Pangannews.id - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan (Sudin LH Jaksel) terus menggencarkan budidaya manggot sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik.
Kolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan Laskar Krukut Luhur (KTH Laskaru) di Jagakarsa menjadi salah satu upaya untuk memperluas skala dan dampak program ini.
"Sekarang kita sedang membangun budidaya manggot dengan skala yang lebih besar, seperti di Laskaru Jagakarsa," ujar Kepala Sudin LH Jakarta Selatan, Mohamad Amin.
Budidaya manggot, khususnya larva lalat black soldier fly (BSF), dinilai efektif untuk mengolah sisa olahan dapur (SOD) seperti sayuran dan buah-buahan yang menjadi mayoritas sampah rumah tangga.
Amin menjelaskan bahwa sosialisasi telah digalakkan di seluruh kecamatan di Jakarta Selatan. Delapan kecamatan telah diarahkan secara aktif untuk berkontribusi, yakni: Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Cilandak, Jagakarsa, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, dan Setiabudi.
Lokasi tambahan di Jalan Manggis, Jagakarsa juga disiapkan untuk mengelola sampah organik dari Kecamatan Tebet dan Kebayoran Lama.
"Di Laskaru, ada delapan kecamatan yang kita arahkan untuk pengolahan sampah organik dari sisa-sisa manggot," jelas Amin.
Budidaya manggot tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pertanian berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Hingga kini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah membentuk 71 lokasi budidaya manggot yang tersebar di berbagai wilayah. Lokasi-lokasi tersebut menjadi pusat pembibitan larva BSF dan penyalur bibit ke unit-unit plasma di tingkat Rukun Warga (RW).
Dengan volume sampah organik di Jakarta yang mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun, pengembangan budidaya manggot menjadi langkah strategis yang sangat dibutuhkan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup RW, yang mendorong pemanfaatan teknologi manggot dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Sebagai bagian dari edukasi dan pemberdayaan masyarakat, berbagai pelatihan dan webinar telah digelar, termasuk kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.