Pangannews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, kembali menerapkan kebijakan kurban ramah lingkungan dengan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah.
Langkah ini sejalan dengan komitmen daerah untuk mengurangi sampah plastik, sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Palu Nomor 40 Tahun 2021 tentang pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan styrofoam.
“Kebijakan ini merupakan upaya pemda menekan penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan styrofoam saat membagikan daging kurban,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, Kamis (5/6/25).
Ia menjelaskan, tempat penyembelihan hewan kurban diminta tidak menyediakan kantong plastik, melainkan menggunakan wadah alternatif yang dapat digunakan ulang, seperti daun pisang, anyaman bambu, atau wadah non-plastik lainnya.
Selain itu, warga penerima daging kurban yang mendapatkan kupon diimbau membawa sendiri wadah guna ulang dari rumah. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga mendukung budaya ramah lingkungan yang tengah dikembangkan oleh pemerintah kota.
“Saat Idul Adha 2024 kami juga menerapkan kebijakan yang sama dan ini terlaksana dengan baik. Kami berharap masyarakat terus mendukung dan memahami tujuan kebijakan ini,” tambah Ibnu.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kebijakan, Pemkot Palu juga menyediakan tempat sampah terpilah di lokasi pelaksanaan Shalat Idul Adha yang akan digelar di Lapangan Vatulemo, serta menginstruksikan pengelola kurban agar menyiapkan tempat sampah serupa di lokasi penyembelihan.
“Kami menekankan kepada jamaah agar tidak membawa kantong plastik ke lokasi salat Id dan tetap menjaga kebersihan, baik di lapangan maupun di masjid,” ujarnya.
Guna memastikan implementasi berjalan sesuai aturan, tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan juga ditugaskan untuk memantau langsung pelaksanaan kebijakan di lokasi penyembelihan kurban.
Kebijakan kurban bebas plastik ini turut sejalan dengan seruan nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang mengajak masyarakat melaksanakan Idul Adha tanpa sampah plastik.
Di berbagai daerah, seperti Semarang dan Kendari, masyarakat juga mulai meninggalkan penggunaan kantong plastik hitam dan beralih ke wadah alternatif atau biodegradable.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.