Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Rejang Lebong Percepat Cetak 1.075 Hektare Sawah Baru, Target Rampung Akhir Tahun

Bagikan
Rejang Lebong percepat cetak 1.075 hektare sawah baru, target rampung akhir tahun. (Foto : Dok. Distankan Rejang Lebong)
Rejang Lebong percepat cetak 1.075 hektare sawah baru, target rampung akhir tahun. (Foto : Dok. Distankan Rejang Lebong)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempercepat pengerjaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang menargetkan pembukaan lahan pertanian baru seluas 1.075 hektare hingga akhir tahun 2025.

Hingga pertengahan Oktober, capaian realisasi program ini telah mencapai sekitar 570 hektare, atau lebih dari separuh target keseluruhan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong, Suradi Ripai, menyampaikan optimisme bahwa seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu.

Program CSR yang dikerjakan bersama personel TNI itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjadikan Rejang Lebong sebagai lumbung pangan utama di Provinsi Bengkulu.

“Kami yakin target 1.075 hektare sawah baru bisa rampung pada 2025. Progres di lapangan cukup cepat dan terus kami percepat bersama TNI,” kata Suradi.

Suradi menjelaskan, kegiatan cetak sawah rakyat difokuskan di Kecamatan Kota Padang, tepatnya di Desa Tanjung Gelang dan Desa Sukarami, dengan total rencana lahan 604 hektare.

Dari luasan tersebut, 570 hektare sudah dibuka, dan sekitar 271 hektare telah selesai dicetak menjadi sawah produktif, sementara sisanya masih dalam proses pengolahan.

Sisa target lahan baru sekitar 471 hektare yang sebelumnya direncanakan di Kecamatan Padang Ulak Tanding akhirnya dipindahkan karena hasil survei menunjukkan wilayah itu tidak memiliki hamparan lahan yang luas dan berkesinambungan.

Pemerintah daerah kemudian memutuskan untuk memusatkan perluasan lahan tambahan di Desa Tanjung Gelang dan Sukarami.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Warga bersedia membuka lahan tambahan asalkan jaringan pipa pengairan segera dipasang. Begitu pipa datang, mereka siap menyerahkan lahan untuk dicetak,” ujar Suradi.

Untuk mendukung sistem irigasi, Distankan telah bekerja sama dengan pihak ketiga yang mengerjakan proyek CSR guna mempercepat pemasangan jaringan pipa air di lahan baru tersebut. Saat ini, seluruh kebutuhan pipa sedang dalam proses pengiriman dan diperkirakan tiba dalam waktu dekat.

“Tim survei sudah berada di lokasi untuk menentukan titik-titik pemasangan irigasi. Begitu material pipa datang, pekerjaan akan langsung dimulai,” ujarnya.

Suradi menambahkan, percepatan pencetakan sawah bukan hanya upaya memperluas areal tanam, tetapi juga bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Ia optimistis kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat akan memperkuat produktivitas sektor pertanian di Rejang Lebong.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami yakin cita-cita Bupati Rejang Lebong menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan Bengkulu dapat segera terwujud,” tutup Suradi.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal