Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Singapura Perketat Pemeriksaan Bandara Imbas Wabah Virus Nipah di India

Bagikan
Virus nipah menyebar terutama melalui kelelawar buah dan jenis kelelawar lainnya. (Foto : Pixabay)
Virus nipah menyebar terutama melalui kelelawar buah dan jenis kelelawar lainnya. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah Singapura meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya wabah virus Nipah di India. Otoritas setempat akan memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang yang tiba dari wilayah terdampak serta memperketat pemantauan kesehatan terhadap pekerja migran.

Langkah tersebut disampaikan Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (Communicable Diseases Agency/CDA), yang saat ini memantau secara intensif perkembangan wabah virus Nipah (NiV) di negara bagian Benggala Barat, India.

“Ini merupakan wabah virus Nipah ketujuh yang tercatat di India sejak 2001. Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang datang dari wilayah terdampak,” demikian pernyataan CDA yang dirilis Rabu (28/1/2026), seperti dikutip dari Antara.

Selain pengetatan di pintu masuk negara, pengawasan juga diperluas terhadap kelompok pekerja migran. Kementerian Tenaga Kerja Singapura (Ministry of Manpower/MOM) disebut meningkatkan pemantauan kesehatan bagi pekerja yang baru tiba dari kawasan Asia Selatan.

CDA menyatakan langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan penyedia layanan kesehatan primer yang berada di bawah MOM, guna memastikan deteksi dini dan peningkatan kewaspadaan medis.

Otoritas Singapura juga membuka kemungkinan penerapan kebijakan tambahan apabila risiko penularan dinilai meningkat berdasarkan evaluasi epidemiologis terbaru.

Di sisi lain, Pemerintah India memberikan klarifikasi terkait laporan jumlah kasus. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India pada Selasa menepis kabar adanya lima kasus virus Nipah di Benggala Barat, dan menegaskan bahwa hingga kini baru dua kasus yang telah terkonfirmasi.

Virus Nipah sendiri masuk dalam daftar patogen berisiko tinggi versi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus untuk menangani infeksi virus tersebut.

Virus ini diketahui menyebar terutama melalui kelelawar buah dan jenis kelelawar lainnya. Penularan pada manusia umumnya terjadi akibat konsumsi buah atau makanan yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi, sementara hewan peliharaan juga berpotensi menjadi perantara penularan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal