23 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah disebut telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah potensi gangguan energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan strategi tersebut dibahas dalam pertemuan terbatas antara pimpinan DPR, Presiden Prabowo Subianto, serta sejumlah menteri terkait di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (4/3/2026) lalu.
Menurut Dasco, pemerintah telah menyiapkan skema mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan minyak dari sumber utama apabila situasi geopolitik memburuk.
“Mitigasinya sudah ada dan menurut saya cukup baik. Namun detailnya nanti akan disampaikan langsung oleh pemerintah,” ujar Dasco.
Ia menjelaskan, pembahasan dalam rapat tersebut tidak hanya menyangkut kondisi stok BBM nasional saat ini, tetapi juga langkah darurat yang akan ditempuh jika Indonesia mengalami hambatan dalam memperoleh pasokan minyak mentah dari luar negeri.
Langkah antisipatif itu dinilai penting mengingat ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi memicu gangguan rantai pasok energi global.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya memastikan kondisi cadangan BBM nasional masih aman.
Menurut dia, stok energi domestik saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar tiga pekan ke depan.
“Sampai sekarang tidak ada masalah. Stok kita masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekitar 20 hari ke depan,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan distribusi BBM, termasuk jenis bersubsidi, masih berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia.
Meski demikian, Bahlil mengingatkan dinamika konflik di kawasan Teluk berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia. Jika ketegangan berlanjut, kondisi tersebut bisa berdampak pada rantai pasok energi global.
Editor : Adi Permana
Kamis, 05 Maret 2026 13:50 WIB
Rabu, 04 Maret 2026 19:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 20:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 20:04 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...