Harga Minyak Naik, Rupiah Mendekati Level Rp17.000

Pers Pangannews

Senin, 30 Maret 2026 12:18 WIB

news
Harga minyak naik, Rupiah mendekati level Rp17.000. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Pergerakan rupiah pada awal pekan berada di zona negatif seiring tekanan dari pasar global yang kembali menguat. Pada perdagangan Senin (30/3/2026) pagi, mata uang domestik tercatat berada di Rp16.981 per dolar AS, turun tipis dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah datang dari lonjakan harga minyak mentah dunia yang memicu kekhawatiran inflasi global. Kenaikan harga energi dinilai memperkuat dolar AS karena pasar memperkirakan bank sentral utama akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang memburuk dan harga minyak mentah dunia yang masih terus naik,” ungkap analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, seperti dikutip dari Antara.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan telah menembus 103 dolar AS per barel. Lonjakan tersebut dipicu gangguan distribusi di Selat Hormuz sejak awal Maret 2026. Jalur ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia dengan volume sekitar 20 juta barel per hari, sehingga setiap hambatan langsung berdampak pada pasokan global.

Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi inflasi dan memperkuat spekulasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi. Pelaku pasar bahkan melihat peluang kenaikan suku bunga masih terbuka, yang mendorong indeks dolar AS bergerak menguat.

Di tengah tekanan itu, rupiah diperkirakan masih bergerak terbatas karena pasar juga menunggu respons Bank Indonesia. Otoritas moneter dinilai berpotensi melakukan stabilisasi apabila nilai tukar mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...