Rabu, 25 Maret 2026 16:31 WIB
Pangannews.id - Ketegangan di Timur Tengah mulai berdampak pada ekspor beras Vietnam. Gangguan jalur pelayaran membuat waktu pengiriman lebih lama dan biaya logistik meningkat, sehingga pelaku usaha menahan kontrak baru.
Laporan Vietnam News Agency (VNA), Rabu (25/3/2026), seperti dilansir dari Antara, menyebutkan durasi pengiriman bertambah sekitar 10 hingga 15 hari. Selain itu, biaya transportasi domestik ikut naik di tengah ketidakpastian rute pelayaran.
Direktur Jenderal Badan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam Nguyen Anh Son mengatakan kenaikan ongkos transportasi mencapai 20.000 hingga 30.000 dong Vietnam.
Kondisi tersebut menambah tekanan bagi eksportir yang sudah menghadapi lonjakan biaya pengiriman internasional.
Ia juga menyebutkan terjadi kekurangan kontainer dan pengalihan layanan pelayaran. Dampaknya, sebagian pedagang memilih menegosiasikan ulang kontrak, menunda pengiriman, hingga menahan pesanan baru.
Situasi itu terjadi ketika Vietnam masih mengandalkan ekspor sebagai penopang pasar berasnya. Kementerian Pertanian dan Lingkungan Vietnam memperkirakan produksi padi pada 2026 mencapai sekitar 45,6 juta ton, dengan potensi ekspor sekitar 7,73 juta ton.
Gangguan logistik tersebut dinilai berisiko memperlambat realisasi ekspor jika kondisi pelayaran belum kembali normal dalam waktu dekat.
Editor : Adi Permana
Selasa, 24 Maret 2026 11:32 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 21:05 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 11:51 WIB
Jumat, 27 Februari 2026 14:35 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...