Jumat, 13 Maret 2026 11:51 WIB
Pangannews.id - Model peternakan ayam hibrida lepas kandang mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat etnis minoritas Bru-Van Kieu di komune perbatasan Truong Son, Vietnam.
Program yang didorong oleh Pusat Penyuluhan Pertanian Provinsi itu dinilai mampu membuka sumber pendapatan baru bagi warga yang sebelumnya bergantung pada pertanian tradisional.
Selama bertahun-tahun, sebagian besar masyarakat setempat mengandalkan sistem ladang berpindah dengan menanam singkong dan jagung. Namun, hasil panen kerap tidak menentu karena sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan fluktuasi harga pasar.
Melihat kondisi tersebut, pada 2025 pemerintah daerah melalui program penyuluhan pertanian memperkenalkan model peternakan ayam hibrida kepada enam keluarga Bru-Van Kieu di Truong Son.
Program ini melibatkan sekitar 1.800 ekor ayam, dengan masing-masing keluarga menerima bantuan 300 anak ayam, pelatihan teknis, hingga dukungan vaksinasi dan pengendalian penyakit.
Salah satu penerima manfaat, Ho Thi Dan, mengaku sempat khawatir ketika pertama kali memulai usaha tersebut. Ia takut gagal merawat ayam yang diberikan melalui program bantuan.
“Awalnya saya khawatir ayamnya sakit atau mati karena saya belum berpengalaman. Tetapi petugas penyuluh mengajarkan cara membuat kandang, pemberian pakan, hingga jadwal vaksinasi,” katanya, dikutip dari vietnam.vn.
Setelah lima bulan pemeliharaan, ayam-ayam tersebut tumbuh dengan baik dengan tingkat kematian rendah. Sistem pemeliharaan lepas kandang juga membantu menekan biaya pakan karena ayam dapat memanfaatkan sumber makanan lokal seperti jagung, singkong, dan sayuran.
Ketika mencapai bobot sekitar 2,2 hingga 2,5 kilogram per ekor, ayam dijual dengan harga berkisar 90.000 hingga 150.000 dong Vietnam per kilogram.
Pada penjualan pertama yang dilakukan menjelang libur Tet, keluarga Ho Thi Dan berhasil menjual seluruh ternaknya dan memperoleh keuntungan lebih dari 30 juta dong setelah dikurangi biaya produksi.
Keberhasilan tersebut mendorong keluarga itu kembali memulai siklus pemeliharaan baru. Mereka bahkan mulai membidik pasar lokal seperti destinasi wisata komunitas dan acara pernikahan di wilayah sekitar.
Keberhasilan serupa juga dialami lima keluarga lainnya yang terlibat dalam program tersebut. Dari yang sebelumnya hanya mengandalkan pertanian tradisional, warga kini mulai berani mengembangkan usaha peternakan dengan menerapkan teknik pemeliharaan yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Ketua Komite Rakyat Komune Truong Son, Hoang Manh Ha, mengatakan ayam hibrida Ri dinilai cocok dengan kondisi iklim pegunungan di wilayah tersebut. Selain memiliki daya tahan yang baik, jenis ayam ini juga relatif mudah dipelihara oleh masyarakat dengan modal terbatas.
Menurutnya, model peternakan ini juga memanfaatkan lahan kebun di lereng bukit yang sebelumnya kurang produktif. Hal itu membuat biaya investasi relatif rendah dan lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah daerah kini mendorong lebih banyak keluarga untuk mengadopsi model tersebut. Bahkan, peternakan ayam hibrida Ri mulai berkembang di sejumlah rumah tangga lain dan menjadi salah satu usaha utama masyarakat Bru-Van Kieu.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan pengembangan produk unggulan lokal dengan merek “ayam Truong Son Ri”. Produk ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat setempat.
Sumber : vietnam.vn
Editor : Adi Permana
Rabu, 25 Maret 2026 16:31 WIB
Selasa, 24 Maret 2026 11:32 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 21:05 WIB
Jumat, 27 Februari 2026 14:35 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...