18 jam yang lalu
Pangannews.id - Ancaman musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang tahun ini menjadi sorotan di parlemen. Anggota Komisi IV DPR RI, Eko Wahyudi, menilai pemerintah perlu bergerak lebih cepat untuk mencegah dampak kekeringan terhadap produksi dan harga pangan.
Menurut Eko, risiko utama bukan hanya penurunan hasil pertanian, tetapi juga lonjakan harga yang berpotensi menekan daya beli masyarakat. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi yang terukur sejak awal.
“Kalau tidak diantisipasi, kekeringan bisa berdampak ganda, produksi turun dan harga pangan melonjak,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Ia mendorong pemerintah memperkuat strategi pengelolaan air dan penyesuaian pola tanam di wilayah rawan. Infrastruktur seperti jaringan irigasi, embung, hingga pompanisasi dinilai perlu dioptimalkan agar petani tetap bisa berproduksi di tengah keterbatasan air.
“Penguatan infrastruktur pengairan dan penggunaan varietas tahan kekeringan menjadi kunci agar produksi tidak terganggu,” kata dia.
Di sisi lain, Eko menyoroti ketimpangan yang terjadi di sektor peternakan, khususnya pada komoditas telur. Ia menilai harga jual yang sempat melemah, sementara biaya pakan meningkat, berisiko merugikan peternak.
Untuk mengatasi hal itu, ia mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen stabilisasi pasar dengan menyerap produksi telur dari peternak lokal.
“Serapan pemerintah melalui program MBG bisa menjadi solusi untuk menjaga harga tetap stabil sekaligus melindungi peternak,” ucapnya.
Meski demikian, Eko mengakui kondisi stok pangan nasional saat ini relatif aman. Ia mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menjaga cadangan, terutama beras, di tengah tekanan global.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebelumnya menyebut cadangan beras nasional masih mencukupi untuk kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.
“Capaian ini patut diapresiasi, apalagi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian dan kenaikan harga pangan dunia,” kata Amran.
Editor : Adi Permana
Rabu, 15 April 2026 11:22 WIB
Selasa, 14 April 2026 13:02 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...