12 jam yang lalu
Pangannews.id - Cabai tiung Tanjung, varietas cabai rawit khas Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mulai dikembangkan di luar daerah asalnya. Hasil penelitian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan cabai tersebut tetap mampu tumbuh optimal dengan tingkat kepedasan yang tidak berubah.
Pengembangan itu dilakukan melalui kerja sama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Tabalong dengan Fakultas Pertanian ULM Banjarbaru melalui penelitian bertajuk Demplot Pengembangan Budidaya Cabai Tiung Tanjung di Luar Daerah Kabupaten Tabalong.
Kepala DKP3 Tabalong Fahrul Raji mengatakan penelitian dilakukan untuk mengetahui kemampuan adaptasi cabai tiung Tanjung ketika dibudidayakan di luar wilayah asalnya.
“Dari hasil penelitian tim ULM membuktikan cabai tiung Tanjung adaptif dan ciri khasnya masih sama meski ditanam di luar Tabalong,” ujar Fahrul, dikutip dari Antara.
Penelitian dilakukan di lokasi percobaan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Tim peneliti mengamati pertumbuhan tanaman, produktivitas buah hingga tingkat kepedasan cabai.
Ketua tim peneliti Yudhi Ahmad Nazari menyebut hasil pengujian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara cabai yang ditanam di luar daerah dengan yang dibudidayakan di Tabalong.
“Tingkat kepedasan cabai tiung Tanjung di luar wilayah Tabalong masuk dalam kategori pedas dengan tingkat kepedasan 60.800 SHU, tak beda dengan di wilayah asal,” kata Yudhi.
Selain dikenal pedas, cabai tiung Tanjung juga memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap serangan virus serta penyakit layu yang kerap menyerang tanaman cabai.
Menurut Yudhi, keberhasilan pengembangan di luar daerah membuka peluang penyebaran varietas unggulan Tabalong ke wilayah lain. Langkah itu dinilai dapat memperkuat diversifikasi produksi pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Pengembangan di luar daerah juga memberi data lapangan terkait kemampuan adaptasi varietas di berbagai kondisi,” ujarnya.
DKP3 Tabalong berencana memperluas budidaya cabai tiung Tanjung melalui edukasi kepada petani hingga masyarakat perkotaan dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Pendampingan pengendalian hama juga akan diperkuat agar produktivitas tanaman tetap terjaga.
Saat ini pengembangan benih cabai tiung Tanjung dipusatkan di Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, yang telah menjadi sentra pembenihan legal dan mendistribusikan benih ke berbagai daerah di Indonesia.
Selain Yudhi Ahmad Nazari, penelitian tersebut juga melibatkan Dr. Joko Purnomo dan Gani Jawak dari Fakultas Pertanian ULM.
Editor : Adi Permana
11 jam yang lalu
Sabtu, 09 Mei 2026 20:07 WIB
Sabtu, 09 Mei 2026 18:31 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...